Selain itu juga ada pengembangan Bank Syariah Nasional yang dulunya merupakan bentuk syariah dari Bank Tabungan Negara (BTN).
“Kita harapkan semakin banyak para pelaku semakin banyak manfaat yang didapatkan masyarakat kita,” tuturnya.
Disisi lain, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) baik konvensional maupun syariah pada posisi Desember 2025 juga tumbuh dengan baik.
Total aset sebesar Rp3,12 triliun atau tumbuh 11,35 persen (yoy), dengan total penghimpunan DPK adalah sebesar Rp2,29 triliun atau tumbuh 9,44 persen (yoy), dan total penyaluran kredit/pembiayaan sebesar Rp2,25 triliun atau tumbuh 7,61 persen (yoy), dengan 71,39 persen merupakan kredit/pembiayaan bagi UMKM.
Perkembangan Pasar Modal
Pada industri Pasar Modal, jumlah Single Investor Identification (SID) terus tumbuh. Data Desember 2025 menunjukkan total SID berjumlah 291.030 investor atau tumbuh sebesar 48,68 persen (yoy). Dari total SID tersebut, jumlah SID saham adalah 124.455 investor atau tumbuh 33,84 persen (yoy), jumlah SID Reksa Dana adalah 275.780 investor atau tumbuh 48,83 persen (yoy), jumlah SID Surat Berharga Negara (SBN) adalah 10.077 investor atau tumbuh 19,13 persen (yoy), dan jumlah SID Efek Beragunan Aset (EBA) adalah 3 investor.
Sementara itu, Pertumbuhan Industri Keuangan Non-Bank, khususnya Perusahaan Pembiayaan posisi November 2025 cukup baik, dengan total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp5,63 triliun atau tumbuh 3,23 persen (yoy), dan risiko pembiayaan NPF tercatat sebesar 2,01 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya.
Fintech lending masih terus menunjukan pertumbuhan yang positif. Pada posisi Desember 2025, outstanding pembiayaan melalui fintech lending adalah sebesar Rp1,57 triliun atau tumbuh 20,69 persen (yoy). Risiko pinjaman masih terjaga dengan rasio TWP90 sebesar 1,88 persen atau turun dibandingkan posisi yang sama pada tahun sebelumnya. Jumlah lender/investor di Sumatera Barat saat ini 2.057 rekening, dengan jumlah borrower aktif sejumlah 408.031 rekening.
Lembaga Keuangan Mikro posisi Desember 2025 juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset adalah sebesar Rp7,07 miliar atau tumbuh 3,33 persen (yoy), total penyaluran pembiayaan adalah sebesar Rp2,71 miliar atau tumbuh 13,92 persen (yoy), dan jumlah debitur eksisting 947 debitur, atau tumbuh 24,28 persen (yoy). (*)






