BANDA ACEH, HARIANHALUAN.ID- Sebanyak 725 dari 737 masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di Aceh telah kembali berfungsi, sementara 12 unit lainnya belum dapat digunakan karena rusak berat atau hilang.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan sebagian besar rumah ibadah tersebut telah kembali digunakan masyarakat meski masih dalam kondisi darurat. “Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan musala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Azhari, Kamis (5/2/2026)
Ia menjelaskan, dari total 737 masjid dan musala yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota, sebanyak 725 unit telah kembali berfungsi. Sementara itu, 12 rumah ibadah lainnya belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan berat bahkan hilang.
“Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada,” ujarnya.
Azhari menyebut, rumah ibadah yang belum beroperasi antara lain mushala Baitul Banian Serbajadi Kabupaten Aceh Timur dan masjid At Taqarrub Riseh Teungoh Kabupaten Aceh Utara yang hanyut terbawa arus. Selain itu, sejumlah musala dan masjid di Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues juga belum dapat difungsikan akibat banjir dan longsor.
Ia mengatakan, pemulihan fungsi masjid dan musala tidak terlepas dari semangat gotong royong ASN Kemenag dan masyarakat, serta dukungan berbagai pihak. “Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan, termasuk ASN kita kerahkan, dan banyak pihak lainnya. Bahkan, saat kita bersihkan masjid, ada alat berat mau membantu, kita hanya mengisi BBM nya saja,” katanya.
Selain dukungan gotong royong, Kemenag juga menyalurkan bantuan untuk menunjang aktivitas ibadah di rumah ibadah terdampak. Bantuan tersebut meliputi Al-Qur’an, sajadah, alat-alat kebersihan, hingga dukungan alat berat untuk membersihkan lumpur sisa banjir di lingkungan masjid.
Azhari menuturkan, masjid dan musala yang mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan, di luar yang hilang, akan mendapatkan bantuan renovasi dari Kemenag yang saat ini masih dalam proses. “Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar salat, serta kebutuhan mendesak lainnya,” tegasnya.
Ia berharap, pemulihan masjid dan musala dapat segera tuntas sehingga masyarakat kembali beribadah dengan nyaman. “Harapan kita, masjid/mushala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan,” demikian Azhari. (*)






