PARIAMAN

Kota Pariaman Akan Adakan Festival Qasidah Rebana Klasik Tingkat Sumbar

0
×

Kota Pariaman Akan Adakan Festival Qasidah Rebana Klasik Tingkat Sumbar

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Pariaman Selatan mematangkan persiapan pelaksanaan Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat Sumatera Barat yang akan digelar di Kota Pariaman pada 10-12 Februari 2026.

Kegiatan ini diangkat sebagai upaya melestarikan seni tradisional qasidah rebana klasik yang mulai jarang ditampilkan.

Festival ini menyasar peserta dari jenjang SD dan MI se-Sumatera Barat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai sarana penguatan karakter dan kecintaan pelajar terhadap seni budaya Islami.

Sebagai bagian dari persiapan, panitia menggelar Technical Meeting (TM) bersama K3S Pariaman Selatan dan guru pendamping peserta lomba di balairung Rumah Dinas Wakil Wali Kota Pariaman, Kamis (5/2).

Pertemuan ini membahas kesiapan teknis dan aturan pelaksanaan lomba.
Technical Meeting dibuka langsung oleh Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher. Dalam laporan panitia yang disampaikan Ketua Pelaksana Afdhal Fuady, tercatat sebanyak 84 SD dan MI se-Sumatera Barat telah mendaftar sebagai peserta festival.

Hertati Taher mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival tersebut. Ia menegaskan dukungan pemerintah kota terhadap pengembangan seni dan bakat pelajar melalui kegiatan serupa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan kabar gembiranya Festival Qasidah Rebana Klasik akan dijadikan agenda tahunan,” ujar Hertati Taher dalam sambutannya saat membuka Technical Meeting, Kamis (5/2).

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pengembangan minat dan bakat pelajar di setiap kecamatan. “Pemerintah Kota Pariaman telah menganggarkan dana pengembangan minat dan bakat per-kecamatan sebesar Rp25 juta,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan memberi motivasi bagi guru dan murid untuk terus berprestasi di bidang seni religi. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi setelah kegiatan berlangsung.

“Harapan kami kegiatan ini berjalan lancar, memberi motivasi bagi guru dan murid, dan setelah selesai nanti kita lakukan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan,” ungkapnya.

Rangkaian Technical Meeting ditutup dengan pemaparan teknis pelaksanaan lomba oleh Sekretaris Panitia, Dedi Patra, yang menjelaskan ketentuan penampilan, sistem penilaian, dan tata tertib lomba agar pelaksanaan Festival Qasidah Rebana Klasik tingkat Sumbar di Kota Pariaman dapat berjalan tertib dan maksimal. (*)