HEADLINEPARIWISATA

Kawasan Pinus Talang, “Cikole”nya Lima Puluh Kota

1
×

Kawasan Pinus Talang, “Cikole”nya Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini

Kawasan Wisata Pinus Talang dikembangkan oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan dalam pengelolaannya bekerja sama dengan anak nagari sebagai pihak ketiga. Pola kerja sama ini, menurut Nofrizal, bertujuan agar pengelolaan wisata berjalan lebih profesional.

Untuk menarik kunjungan wisatawan, pengelola menerapkan strategi promosi melalui influencer serta tetap menjaga fokus pada konsep mempertahankan keaslian hutan pinus.

Dampak ekonomi pun mulai dirasakan masyarakat, karena operasional kawasan melibatkan warga sekitar, termasuk dalam penyediaan pasokan kebutuhan wisata.

Meski demikian, pengembangan kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan permodalan BUMNag dan ketersediaan lahan untuk pengembangan fasilitas pendukung. Hingga kini, belum ada dukungan langsung dari pemerintah daerah maupun pihak swasta.

Baca Juga  Siaga Pelanggaran di Dunia Maya

Dari sisi aksesibilitas, lokasi wisata ini dapat ditempuh sekitar 15 hingga 20 menit dari pusat Kota Payakumbuh.

Akses jalan tergolong mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena berada di jalur jalan kabupaten. Di kawasan wisata juga telah tersedia pemandu serta papan informasi bagi pengunjung.

Beragam aktivitas menjadi favorit wisatawan, di antaranya berkuda, ATV atau kendaraan roda empat, serta wisata petik melon hidroponik. Kawasan ini juga menyediakan banyak spot foto yang instagramable.

Baca Juga  Pilgub Sumbar, Elektabilitas Mahyeldi di Bawah 50 Persen

“Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.000 mdpl. Wisatawan, terutama dari Riau, sangat menyukai udara sejuknya, ditambah kuliner yang kami sajikan benar-benar proper,” ungkap Nofrizal.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, Pemerintah Nagari menerapkan peraturan nagari yang melarang perusakan dan penebangan pohon di kawasan wisata.

Pengelola juga berkolaborasi dengan perbankan untuk kegiatan penghijauan serta menyediakan program edukasi wisata berkelanjutan bagi pengunjung.

Ke depan, Pemerintah Nagari berharap pengembangan Kawasan Pinus Talang dapat berjalan sesuai dengan grand design dan masterplan yang telah disusun, termasuk pengembangan wahana, agrowisata, dan penginapan yang terintegrasi.