TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID — Gelaran Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional tahun 2026 di Lapangan Dang Tuanku, Bukit Gombak, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, pada minggu dan Senin (8-9/2/2026) berlangsung meriah. Ajang bergengsi ini menjadi magnet bagi pecinta olahraga pacu kuda maupun wisatawan yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Perlombaan resmi dibuka dengan pacu tradisional kelas Draf Bogie yang menjadi ciri khas dan daya tarik tersendiri pada kegiatan tahun ini. Setelah rangkaian pacu tradisional, lomba berlanjut hingga ke kelas-kelas bergengsi, termasuk kelas Derby yang menjadi puncak perhatian penonton. Total terdapat 14 race yang dilombakan pada hari pertama, yang seluruhnya berjalan lancar dan tertib.
Adapun juara pertama kelas Derby berhasil diraih oleh kuda bernama Emmera, milik Wali Kota Bukittinggi M. Ramlan Nurmatias. Kemenangan Emmera kian menambah gengsi gelaran Wirabraja Open Race 2026, sekaligus menunjukkan ketatnya persaingan antar pemilik dan pelatih kuda pacu yang berpartisipasi. Persaingan di lintasan pacu menjadi tontonan menarik yang membuat penonton bertahan hingga race terakhir.
Pada kelas Derby, kuda Istana Gerindra 08 tampil impresif dan berhasil meraih juara II. Kuda ini merupakan milik Novitra Kemala, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kabupaten Tanah Datar. Usai pengumuman pemenang, Novitra Kemala mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi tersebut. “Ini adalah berkah ulang tahun Partai Gerindra,” ujarnya, menyambut hasil yang dinilai sebagai motivasi untuk terus mengembangkan olahraga pacu kuda di daerah.
Suasana di Lapangan Dang Tuanku pada hari pertama dilaporkan sangat ramai. Penonton tumpah ruah memenuhi area tribun dan sekeliling lintasan pacu. Selain menjadi ajang lomba bergengsi, kegiatan pacu kuda ini juga bertransformasi menjadi pesta rakyat yang menghidupkan perekonomian lokal. Pelaku UMKM di Sumatera Barat, khususnya di sekitar Batusangkar, merasakan langsung lonjakan pengunjung yang berdampak pada meningkatnya penjualan makanan, minuman, dan produk kerajinan.
Tak hanya menyuguhkan adu cepat kuda di lintasan, panitia juga menyiapkan berbagai wahana hiburan keluarga. Pengunjung dapat menikmati beragam spot permainan seperti istana balon untuk anak-anak, permainan ketangkasan, hingga permainan tradisional “buaiyan kaliang” yang menghadirkan nuansa khas Minangkabau. Kombinasi olahraga, hiburan, dan ekonomi kreatif ini menjadikan Pacu Kuda Wirabraja Open Race dan Tradisional 2026 bukan sekadar event olahraga, tetapi juga destinasi wisata budaya dan rekreasi bagi masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya. (*)






