“Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman perangkat fotografi, teknik visual dan komposisi, serta pengelolaan konten lintas media yang aplikatif untuk mendukung promosi usaha. Dengan kemampuan visual yang baik, pelaku UMKM dapat menampilkan produknya secara lebih profesional dan menarik,” ujar Fahrougi.
Ia menegaskan bahwa Pertamina tidak hanya menjalankan peran utama dalam mendistribusikan energi seperti BBM dan LPG ke seluruh wilayah Nusantara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui program pembinaan UMKM yang berkelanjutan.
“UMKM merupakan penggerak ekonomi lokal yang perlu terus didukung melalui peningkatan keterampilan yang relevan dan bernilai tambah. Kekuatan visual melalui fotografi memiliki peran strategis dalam menarik minat konsumen, memperkuat citra produk, serta meningkatkan nilai jual. Melalui pelatihan ini, kami berharap UMKM binaan Pertamina dapat naik kelas, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing hingga ke tingkat nasional dan global,” tambah Fahrougi.
Melalui program ini, Pertamina turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). (*)






