EkBis

Kembangkan Olahan Pangan Berbasis Potensi Lokal, UMKM di Pariaman Diberikan Pembekalan

0
×

Kembangkan Olahan Pangan Berbasis Potensi Lokal, UMKM di Pariaman Diberikan Pembekalan

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Pariaman mengikuti pelatihan pembuatan makanan dan minuman kekinian berbasis potensi lokal pada 10-14 Februari 2026.

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Pariaman mengikuti pelatihan pembuatan makanan dan minuman kekinian berbasis potensi lokal.

Pelatihan diadakan Aula Pertemuan SMKN 2 Pariaman Desa Kampung Baru Kecamatan Pariaman Tengah selama lima hari pada 10-14 Februari 2026

Materi praktik langsung adalah pengolahan produk berbahan lokal seperti singkong serta pengembangan minuman tren pasar. Peserta dibekali teknik produksi, pengemasan, dan standar higienitas produk.

Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan, pemanfaatan potensi lokal menjadi fokus utama pelatihan agar pelaku UMKM mampu menciptakan produk bernilai tambah dan tidak bergantung pada bahan baku impor.

Baca Juga  BSI Maslahat dan Bank Indonesia Cirebon Dorong Literasi Wakaf di Wilayah Ciayumajakuning

Menurutnya, penguatan keterampilan produksi pangan olahan menjadi salah satu strategi memperluas peluang usaha rumah tangga di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

“Pelatihan ini kita arahkan agar bahan lokal bisa diolah menjadi produk yang menarik, higienis, dan punya daya saing,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan program pengembangan industri rumah tangga di Kota Pariaman, dengan mendorong setiap keluarga memiliki produk unggulan yang bisa dipasarkan.

Pelatihan tidak hanya berhenti pada tahap produksi. Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Perindagkop dan UKM juga menyiapkan pola pembinaan dan pengawasan lanjutan agar usaha peserta dapat berkelanjutan.

Baca Juga  Pemko Bakal Revitalisasi Kawasan Pasar Raya dan Pantai Padang

Sebagai tindak lanjut, hasil produksi peserta direncanakan akan dihimpun melalui Koperasi Merah Putih untuk membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk peluang memasok kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah.

Peserta pelatihan juga menerima satu paket perlengkapan usaha untuk mendukung praktik produksi setelah kegiatan berakhir, sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan.

Pemanfaatan fasilitas SMK sebagai lokasi pelatihan diharapkan menjadi model kolaborasi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, di mana sarana pembelajaran dapat langsung mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM daerah. (*)