PADANG, HARIANHALUAN.ID – Puluhan guru TIK dari seluruh SMP se-Kota Padang dibekal ilmu mengenai animator dan gamer. Kehadiran pembekalan ini kepada guru TIK tersebut juga mengingat subsektor animasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menjanjikan.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, saat membuka kegiatan Pelatihan Pengenalan dan Pembuatan Game, Selasa (10/2), di Gedung Youth Center, mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti 70 guru TIK dengan tujuan membekali tenaga pendidik agar mampu menularkan ilmu teknologi digital, khususnya animasi dan game development, kepada siswa di sekolah.
Langkah ini, sambungnya, sejalan dengan ambisi Kota Padang untuk mencetak bibit unggul kreatif yang mampu bersaing di kancah internasional. “Banyak anak-anak kita yang hanya dianggap bermain game, padahal mereka bisa menghasilkan cuan atau nilai ekonomi dari sana. Kami ingin Youth Center ini menjadi sentral aktivitas kreatif mereka,” katanya.
Melalui guru-guru yang hadir hari ini, kata Rina, pihaknya berharap lahir cikal bakal animator hebat dari SMP di Kota Padang yang karyanya tidak hanya diakui lokal, tapi hingga internasional.
“Ke depan karya animasi diharapkan dapat mendukung promosi kuliner Kota Padang yang sedang dipersiapkan menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Kota Gastronomi pada tahun 2027,” katanya.
Kolaborasi Strategis Pemko Padang – Sekolah Vokasi UNP
Wakil Direktur I Sekolah Vokasi UNP, Bambang Heryadi, mengungkapkan bahwa potensi talenta digital di Sumatera Barat sangat besar. Ia menyebutkan bahwa prestasi Teaching Factory Animasi (TEFA) UNP cukup banyak, seperti terlibat dalam proyek besar animasi Upin-Ipin, BoBoBoy, hingga pembuatan game global berlatar budaya Minangkabau.
“Produk kita sudah go internasional. Kami siap berkolaborasi menjadikan Youth Center sebagai pusat pengembangan animasi. Guru-guru adalah ujung tombak untuk mengarahkan minat anak-anak yang kini sudah sangat akrab dengan teknologi,” ungkapnya.
Kemudian dari Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang, James Hellyward, turut memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap memiliki semangat muda dalam mengadopsi kreativitas dan inovasi digital.
“Aset visual dan desain digital adalah kunci masa depan ekonomi kreatif di Kota Padang melalui program ini,” katanya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru tidak hanya menguasai perangkat lunak, tetapi juga mampu mengintegrasikan kearifan lokal seperti sejarah kuliner dan budaya ke dalam media digital yang menarik bagi generasi muda. (*)






