Dalam konteks yang lebih luas, peran PPI sejalan dengan tanggung jawab universitas hari ini: memastikan bahwa keunggulan akademik tidak berhenti sebagai kebanggaan internal, tetapi bertransformasi menjadi daya guna nyata bagi individu, industri, dan bangsa. Ketika satu lulusan S2 baru benar-benar “terbaca” oleh industri setelah menjadi Insinyur, di situlah kita melihat betapa pentingnya pendidikan profesi sebagai penghubung antara dunia ilmu dan dunia kerja.
Refleksi ini bukan sekadar cerita sukses individual. Ia adalah bukti bahwa pendidikan profesi insinyur memiliki dampak signifikan dan terukur terhadap peluang kerja, bahkan bagi mereka yang secara akademik sudah sangat kuat. Tugas kita ke depan adalah memastikan bahwa semakin banyak mahasiswa memahami, mengakses, dan mendapatkan manfaat dari jalur profesi ini—agar pendidikan tinggi benar-benar menjadi jalan mobilitas, kontribusi, dan keadilan. (*)






