AGAM, HARIANHALUAN.ID — Hujan deras pada Rabu (11/2) kembali memicu banjir di Kabupaten Agam. Pada sore hari, luapan air tak terelakkan di berbagai lokasi di kabupaten itu.
Setidaknya tiga kecamatan terdampak banjir besar akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Rabu (11/2) sore, khususnya di wilayah Palembayan, khususnya di Nagari Salareh Aia yang sebelumnya luluh lantak diterjang banjir bandang, saat ini kembali dihantam banjir besar. Bahkan, banjir menghanyutkan jembatan darurat yang sudah dibangun TNI dan para relawan.
Di Palembayan, diinformasikan luapan banjir dengan warna aliran sungai yang coklat pekat kehitaman, kembali memicu ketakutan warga yang sudah trauma akan bencana besar yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah wilayah itu.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah kecamatan Tanjung Raya, dampak hujan lebat, kembali memicu luapan aliran sungai di Nagari Sungai Batang, Nagari Maninjau, khususnya di Jorong Bancah, Nagari Bayua, Nagari Koto Kaciak, Nagari Koto Malintang dan berbagai titik lain.
Warga yang trauma akan musibah banjir bandang, Rabu malam harus kembali menghadapi musibah serupa, “Banjir Rabu ini, jauh lebih besar dibanding musibah yang terjadi November-Desember 2025 lalu. Saat ini, luapan air bahkan sudah masuk ke rumah-rumah pendudukan, termasuk ke rumah saya,“ ungkap Hendri Masri, warga Pasa Rabaa, Nagari Koto Kaciak, Rabu (11/2).
Dampak luapan banjir,juga merendam kantor walinagari Koto Kaciak, berbagai sarana yang ada, termasuk areal pertanian penduduk, termasuk memutuskan akses jalan.
Dampak hujan deras juga memicu longsor di Lubuak Sao, Tanjung Raya yang menyebabkan akses jalan propinsi ruas Lubuk Basung-Maninjau kembali terputus. Bahkan, banyak rumah warga yang terendam banjir,akibat luapan aliran sungai di Lubuak Sao.
Sejauh ini, data resmi terkait jumlah korban terdampak, termasuk kerusakan yang dialami dampak banjir dan tanah longsor di berbagai kecamatan di kabupaten Agam, masih belum diperoleh. Namun, Sekab Agam, Dr.M.Lutfie, langsung terjun ke lapangan, memantau perkembangan kondisi dampak bencana, termasuk menginstruksikan seluruh personel dan aparat terkait untik terjun ke lapangan. (*)






