AGAM

Pemkab Agam Gelar Penganugerahan Perlindungan Anak dan Canangkan RAGAM BERLIAN

5
×

Pemkab Agam Gelar Penganugerahan Perlindungan Anak dan Canangkan RAGAM BERLIAN

Sebarkan artikel ini

Proses penilaian dilakukan melalui empat tahapan, yakni penilaian mandiri melalui Google Form, verifikasi administrasi, validasi data oleh tim penilai, hingga penetapan melalui Keputusan Bupati dan penganugerahan.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati, Taslim, menyampaikan dukungan penuh terhadap gerakan RAGAM BERLIAN sebagai bagian dari komitmen daerah mewujudkan Agam sebagai Kabupaten Layak Anak.

Pihaknya menegaskan komitmen dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui pemberian apresiasi kepada Wali Nagari, Kepala Puskesmas, Kepala Satuan Pendidikan dan Pengurus Forum Anak yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan anak.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Nagari, Kepala Puskesmas dan Kepala Satuan Pendidikan serta Pengurus Forum Anak yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pembangunan anak di lingkungan atau komunitasnya. Ini adalah bukti komitmen dalam upaya kita bersama untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.

Baca Juga  Agam dan Bukittinggi Bakal Gelar Pacu Kuda

Ia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas kerja nyata yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan anak.

“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga wujud pengakuan atas kerja keras tim dan stakeholder terkait yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan anak,” katanya.

Menurut Taslim, anak merupakan generasi penentu masa depan bangsa yang harus dilindungi dan diberdayakan.

“Anak adalah aset bangsa yang harus dilindungi dan diberdayakan agar dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing. Hak anak adalah prioritas karena dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang dan Konvensi Hak Anak,” tegasnya.

Baca Juga  Harga TBS Anjlok, KUD V Jorong Kabupaten Agam Minta Pemerintah Bangun Pabrik

Ia juga mengakui tantangan pembangunan anak semakin kompleks, mulai dari ketidaksesuaian program dengan kebutuhan riil anak, ancaman dunia digital, hingga persoalan kemiskinan, kekerasan, serta dampak bencana dan perubahan iklim. Karena itu, suara anak harus dilibatkan dalam setiap proses perencanaan kebijakan.

“Penyelesaian masalah anak membutuhkan kerjasama dan dukungan dari semua pihak, pemerintah, masyarakat, organisasi non pemerintah, dunia usaha dan media massa. Pembentukan Forum Anak sampai ke tingkat Nagari juga sangat penting untuk memastikan suara anak didengar dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan,” ujarnya.