NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 12 Februari 2026

3
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Indonesia pada 12 Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Dampak angin kencang menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada beberapa rumah warga, Rabu (11/2).sementara BPBD Kabupaten Banyumas bersama unsur terkait melakukan kaji cepat serta penanganan darurat di lokasi terdampak. Sumber: BPBD Kabupaten Banyumas

Selanjutnya, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Telah terjadi banjir di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, pada Rabu, 11 Februari 2026, pukul 16.06 WIB. Kejadian ini disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama, sehingga mengakibatkan air dari anak kali di kawasan perumahan meluap dan membawa material lumpur serta bebatuan ke area permukiman dan akses jalan.

Dampak yang ditimbulkan antara lain tertutupnya satu titik ruas jalan oleh material lumpur dan batu. Selain itu, satu unit kendaraan roda empat sempat terbawa arus banjir. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kabupaten Bogor segera melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memastikan respons berjalan cepat dan terarah. Unsur yang terlibat di lapangan meliputi TRC BPBD Kabupaten Bogor, Muspika Kecamatan Babakan Madang, staf Desa Bojong Koneng, unsur keamanan setempat, serta masyarakat sekitar.

Berdasarkan kondisi mutakhir, air telah berangsur surut. Material lumpur dan bebatuan yang menutup jalan saat ini sedang dibersihkan oleh pihak pengembang guna memulihkan akses transportasi. Sementara itu, kendaraan roda empat yang sebelumnya terbawa arus telah berhasil dievakuasi.

Baca Juga  270 Hektar Lahan Terbakar, BPBD Sumbar Larang Masyarakat Buka Lahan Dengan Api

Update Banjir Kendal

Di wilayah lain, perkembangan penanganan banjir juga dilaporkan dari Kabupaten Kendal. Perkembangan terkini menunjukkan tren penurunan debit air di sejumlah wilayah terdampak. Hingga Rabu, (11/2), pukul 09.00 WIB, beberapa titik genangan telah surut, sementara sebagian lainnya masih tergenang dengan ketinggian air yang bervariasi dan berangsur menurun.

Secara rinci, di Kecamatan Boja kondisi air telah surut. Di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Desa Kedungsuren dan Desa Darupono tercatat masih terdapat genangan setinggi 10–20 cm namun dalam kondisi sudah surut. Di Kecamatan Ngampel, Desa Rejosari terpantau dengan ketinggian air 10–80 cm dan mulai berangsur surut, Desa Ngampel Kulon masih tergenang 10–80 cm, serta Desa Ngampel Wetan 30–100 cm. Desa Sudipayung mencatat genangan 10–20 cm. Sementara itu, di Kecamatan Brangsong, Desa Tunggulsari dengan ketinggian air 30–50 cm dan Desa Kertomulyo 10–50 cm dilaporkan mulai berangsur surut.

Banjir sebelumnya terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, yang berdampak pada empat kecamatan dan 11 desa. Data sementara mencatat sekitar 1.430 kepala keluarga terdampak dan kurang lebih 1.300 unit rumah mengalami dampak genangan.

Baca Juga  TelkomGroup Sediakan Infrastruktur Telekomunikasi Berkualitas di Hotel Apung KM Sinabung

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Kendal terus melakukan pemantauan, kaji cepat, serta koordinasi dengan aparat setempat sesuai standar operasional prosedur kebencanaan. Masyarakat di wilayah yang masih tergenang diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air apabila terjadi hujan lanjutan.

Sebagai langkah antisipasi menyeluruh, masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, memastikan kondisi atap dan struktur rumah dalam keadaan aman, menjauhi aliran sungai saat debit meningkat, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi tanda-tanda kenaikan muka air atau potensi longsor.

Pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi hingga kondisi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (*)