PADANG, HARIANHALUAN.ID – Lembaga Indekstat Research & Data Science merilis hasil survei nasional bertajuk “Peta Elektoral Januari 2026” dengan rentang pengumpulan data pada 11–25 Januari 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi secara proporsional dengan
margin of error (MoE) sebesar 2,9 persen.
Populasi survei ini adalah Warga Negara
Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang telah memiliki hak pilih. Survei ini dirancang untuk memetakan persepsi publik berkaitan dengan dinamika sosial serta peta elektoral pada awal tahun 2026.
Head of Politic Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab, dalam paparannya yang diikuti Haluan via zoom meeting, Kamis (12/2/2026) mengatakan, dari hasil survei ini didapat bahwa jika pemilu diadakan hari ini pasangan Prabowo-Gibran tetap akan menggungguli pasangan calon lainnya. Dengan persentase 67,4 persen, sedangkan Anies-Cak Imin 12,1 persen, Ganjar-Mahfud 5,1 persen.
Selain itu, dari hasil survei juga menyebut dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tingkat kepuasan publik yang cukup baik, mencapai 79,2 persen.
Ditambah dengan nilai persepsi positif terhadap kinerja pemerintah pusat yang mencapai 85,8% serta tingginya optimisme masyarakat sebesar 82,6% yang meyakini Indonesia akan menuju arah yang lebih baik ke depan.
Di level elektoral partai politik, Gerindra masih memimpin dengan elektabilitas secara tertutup sebesar 37,0%, disusul oleh PDIP (7,9%), Partai PKB (7,7%), Demokrat 6,9%, Golkar 5,8%, PKS 5,3% dan PAN 3,9%.
“Menariknya, alasan utama masyarakat dalam memilih partai politik sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis (48,1%) yakni ketertarikan pada figur calon yang diusung oleh partai tersebut (27,9%). Kekuatan partai-partai ini didukung oleh tingkat loyalitas pemilih yang stabil, di mana secara nasional terdapat 72,0% pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya,” ujarnya.
Pendukung PKS Dinilai Paling Loyal
Secara spesifik, kelompok pemilih paling loyal (strong voters) ditemukan pada pendukung PKS (78,5%), PDI Perjuangan (77,4%), dan Golkar
(74,1%), sementara Gerindra dan Nasdem menyusul dengan tingkat kemantapan
masing-masing sebesar 72,3% dan 72,2%.
Saiful Muhjab mengatakan, kekuatan politik juga tercermin pada peta dukungan tokoh potensial pada tahun 2029, dimana Prabowo Subianto masih mendominasi bursa calon Presiden
dengan elektabilitas secara tertutup 48,9%, diikuti oleh Dedi Mulyadi (16,9%) dan Anies Baswedan (10,1%).
Mayoritas pemilih calon presiden 2029 (49,7%) menyatakan, faktor persona dan kepribadian calon adalah pertimbangan utama mereka dalam menentukan pilihan.






