NASIONAL

86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Perbaikan Rumah Rusak dari Pemerintah Pascabencana Banjir dan Longsor

6
×

86 Keluarga di Tapanuli Utara Terima Dana Perbaikan Rumah Rusak dari Pemerintah Pascabencana Banjir dan Longsor

Sebarkan artikel ini

TAPANULI UTARA, HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 86 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara menerima dana stimulan perbaikan rumah rusak pascabencana banjir dan longsor yang melanda pada November 2025 lalu. Adapun warga yang menerima bantuan ini merupakan mereka yang rumahnya mengalami kerusakan ringan dan sedang.

Penyerahan bantuan dana ini dilaksanakan di Kantor Bupati Tapanuli Utara, pada Jumat (13/2) pagi, bersamaan dengan beberapa wilayah lainnya yang terdampak di Aceh dan Sumatra Barat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Pratikno didampingi oleh Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat, Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjen TNI (Purn) Fajar Setyawan, Dirjen Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali, dan perwakilan dari Kementerian PKP menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan warga penerima manfaat.

Adapun jumlah bantuan yang diberikan untuk rumah kategori rusak ringan sebesar Rp15 juta dan untuk rumah rusak sedang sebesar Rp30 juta. Sebanyak 86 KK penerima bantuan stimulan di Kabupaten Tapanuli Utara ini berasal dari berbagai wilayah, di antaranya Kecamatan Tarutung, Sipoholon, Sipahutar, Simangumban, Purba Tua, Parmonangan, Pahae Jae, dan Adiankoting.

Menko PMK Prof. Pratikno dalam sambutannya berharap dengan adanya bantuan dana stimulan ini, masyarakat terdampak yang mengalami kerusakan rumah baik ringan maupun sedang dapat segera memperbaiki rumahnya.

Baca Juga  Warga Aceh Tengah Kembali Terima Bantuan Logistik BNPB Via Jalur Udara

“Pada hari ini sesuai arahan Bapak Presiden, melalui BNPB disalurkan stimulan untuk pembangunan kembali rumah bapak dan ibu yang rusak. Harapannya bapak ibu sekalian dengan adanya bantuan ini bapak ibu bisa segera memperbaiki rumah yang rusak ringan dan rusak sedang secara mandiri dan didukung oleh bantuan-bantuan yang lain sehingga bisa segera kembali ke rumah dan kembali hidup normal,” ujar Menko PMK.

Menko Pratikno mengatakan, adapun total penyaluran bantuan dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang di Sumatra Utara ini berjumlah Rp10,8 miliar. Penyaluran bantuan tersebut menggunakan mekanisme transfer bank ke rekening warga penerima manfaat.

Selain di Tapanuli Utara yang berjumlah Rp1,95 miliar, penyaluran juga dilakukan di wilayah lain di Sumatra Utara, seperti Deli Sedang sebanyak 68 KK dengan rincian 63 rusak ringan dan 5 rusak sedang dengan total dana tersalur Rp1,1 miliar.

Selain itu, di Tapanuli Selatan sebanyak 249 KK menerima bantuan dengan rincian 133 rusak ringan dan 116 rusak sedang dengan total dana yang disalurkan senilai Rp5,4 miliar. Sedangkan di Humbang Hasundutan berjumlah 134 KK yang terdiri dari 112 KK rusak ringan dan 22 KK rusak sedang dengan nilai total Rp2,3 miliar.

Baca Juga  Tim Gabungan Evakuasi Korban Tertimbun Tembok Penampungan Air di Magelang

Menko Pratikno juga mengapresiasi kerja keras berbagai elemen pemerintah baik daerah maupun pusat yang sudah berupaya maksimal dalam membantu masyarakat. Di sisi lain, Pratikno juga mengapresiasi masyarakat yang telah sabar dan teguh hati dalam menghadapi cobaan yang ada.

“Atas arahan bapak presiden kita tidak hanya harus mengembalikan segera kehidupan masyarakat menjadi normal. Tapi lebih dari itu adalah membangun kembali menjadi lebih baik, lebih tangguh. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, bagi masyarakat, pemda, dan bagi kita yang ada di pemerintah pusat,” terang Pratikno.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan pada hari ini bukan sekadar angka namun juga bukti nyata bahwa upaya proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan secara komprehensif kepada masyarakat.

“Bantuan ini bukan sekadar angka, melainkan harapan. Bukan sekadar perbaikan bangunan tetapi pemulihan kehidupan bagi masyarakat yang terdampak khususnya di Tapanuli Utara. Diharapkan program ini dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” terangnya. (*)