PADANG, HARIANHALUAN.ID – Tren jepitan rambut karakter bebek berwarna kuning atau sering disebut bebek tuing-tuing (duck hair clips) merambah hingga ke Kota Padang.
Salah seorang pedagang jepitan bebek viral di kawasan Pasar Pagi Lubuk Lintah Padang, Beny mengatakan bisa menjual 5 hingga 6 lusin setiap harinya.
“Sebenarnya saya terlambat ikutan menjualnya. Seminggu setelah viral baru saya jualan sehingga stok barang banyak habis,” ujarnya kepada Haluan, Rabu (12/2).
Tetapi demikian ia tetap bersyukur karena jualannya masih laku meskipun tidak sebanyak pendapatan pedagang lainnya yang sudah duluan berdagang jepitan bebek.
Ia mengatakan kalau temannya sesama pedagang yang duluan menjual jepitan bebek, sehari bisa menjual hingga 30 lusin.
Harga jepitan bebek yang dijualnya beragam mulai dari Rp5.000 hingga paling mahal Rp20.000 saja tergantung dengan tambahan aksesoris yang digunakan.
“Kalangan pembeli biasanya kebanyakan anak-anak, remaja perempuan, bahkan hingga orang tua juga turut meramaikan penjualan jepit bebek viral ini,” terangnya lagi.
Jepitan bebek identik digunakan untuk menjepit atau memisahkan rambut menjadi bagian-bagian kecil. Selain itu untuk menahan anak rambut atau poni agar tidak menutupi mata. Jepit bebek bisa digunakan untuk menata rambut dalam gaya tertentu, seperti membuat konde atau kepang.
Salah seorang pembeli, Friciela mengaku tertarik dengan jepitan bebek viral karena mudah dibawa dan terkesan lucu ketika digunakan.
“Lucu bentuknya, selain itu apabila disentuh dan terkena angin bisa goyang-goyang bebek di atas kepala,” tambahnya.
Ia juga mengakui tidak mau ketinggalan tren, oleh sebab itu turut mengoleksi mulai dari jepitan hingga berbentuk bando.
“Pokoknya setiap keluar rumah, jepitan bebek saat ini menjadi barang wajib, terus bisa menjadi pelengkap aksesoris ketika berfoto sendiri maupun bersama teman-teman,” tutupnya. (*)






