PADANG

FGD Sespimmen Polri Bahas Masa Depan Lalu Lintas Padang, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

0
×

FGD Sespimmen Polri Bahas Masa Depan Lalu Lintas Padang, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Ruang pertemuan di aula Jasa Raharja Padang siang itu tak sekadar menjadi lokasi agenda resmi. Kamis (12/2/2026), forum tersebut berubah menjadi ruang pertukaran gagasan strategis yang membedah masa depan ketertiban lalu lintas di Padang, menandai momentum penting dalam upaya pembenahan sistem transportasi perkotaan.

Forum Group Discussion (FGD) tersebut digelar peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Dikreg ke-66 Tahun 2026 dari Lemdiklat Polri. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses aktualisasi kepemimpinan dalam rangkaian pendidikan perwira menengah Polri.

FGD ini digagas oleh Alfin sebagai ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi konkret atas kompleksitas persoalan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Padang.

Menurut Alvin, kepemimpinan tidak cukup dipahami secara teoritis di ruang kelas. Kepemimpinan harus diuji melalui interaksi langsung dengan masyarakat, serta mampu melahirkan kebijakan yang aplikatif dan terukur.

Baca Juga  Satu Tewas di Tempat, Satu Lagi Dilarikan ke RS

Diskusi tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya perwakilan Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas PUPR Kota Padang, serta Kejaksaan Negeri Padang. Kehadiran mereka memperkaya pembahasan melalui data, pengalaman dan perspektif yang beragam.

Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman. Selain itu, forum ini juga menjadi tahapan penting dalam penyusunan Naskah Karya Perorangan (Naskap) sebagai salah satu syarat kelulusan pendidikan Sespimmen Polri Tahun 2026.

Isu utama diskusi mengerucut pada upaya mendorong jajaran Satlantas Polresta Padang mewujudkan visi “Padang tertib berlalu lintas”. Visi tersebut menuntut konsistensi penegakan hukum, peningkatan sarana dan prasarana, serta perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas.

Baca Juga  Kualitas Udara Menurun, Warga Kota Padang Diimbau Gunakan Masker

Berbagai persoalan dibahas secara terbuka, mulai dari kepadatan arus kendaraan di titik rawan kemacetan, tingginya angka pelanggaran lalu lintas, hingga rendahnya kesadaran keselamatan berkendara. Seluruh persoalan dianalisis menggunakan pendekatan berbasis data dan kajian faktual.

FGD juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengawasan lalu lintas. Sistem pengawasan berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan efektivitas, transparansi, serta akuntabilitas pelayanan publik.

Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat dinilai sebagai faktor krusial. Ketertiban berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan.