NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 15 Februari 2026

4
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 15 Februari 2026

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Laporan kejadian bencana yang berhasil dihimpun sejak Sabtu (14/2) hingga Minggu (15/2), pukul 07.00 WIB, sebagai berikut.

Peristiwa pertama, banjir melanda wilayah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (13/2). Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan petir sejak pukul 16.30 hingga 18.30 WITA. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air dari wilayah pegunungan meningkat drastis hingga sungai tidak mampu menampung aliran air, sehingga meluap dan merendam permukiman warga. Luapan air juga mengakibatkan putusnya satu unit jembatan penghubung lintas Desa Sumi dan Desa Nggelu.

Dampak banjir terjadi di dua kecamatan dan tiga desa, yaitu Kecamatan Langgudu di Desa Oi Karumbu dan Desa Doro O’o serta Kecamatan Lambu di Desa Nggelu. Sebanyak kurang lebih 180 kepala keluarga atau 566 jiwa terdampak, dengan rincian 153 kepala keluarga atau 473 jiwa di Desa Oi Karumbu dan 27 kepala keluarga atau 93 jiwa di Desa Doro O’o. Kerugian materiil mencakup sekitar 180 unit rumah terdampak, satu unit fasilitas pendidikan terendam, serta satu unit jembatan dengan panjang 6 meter dan lebar 7 meter yang putus. Tinggi muka air saat kejadian diperkirakan mencapai 20 hingga 80 sentimeter.

BPBD Provinsi NTB berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan para pemangku kepentingan terkait. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak. Masyarakat Desa Nggelu secara swadaya membangun jembatan darurat, sementara BPBD Kabupaten Bima melakukan pelaporan serta diseminasi informasi dampak bencana.

Status tanggap darurat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2026 ditetapkan melalui keputusan gubernur yang berlaku sejak 19 Januari hingga 18 April 2026. Pos Komando Tanggap Darurat juga telah dibentuk, serta status siaga darurat tahun 2025/2026 masih berlaku. Selain itu, direncanakan perpanjangan status tanggap darurat selama 29 hari terhitung mulai 4 Februari hingga 4 Maret 2026.

Kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik dan peralatan, alat berat untuk pembersihan material longsor dari rumah warga, pemasangan bronjong di aliran sungai di Desa Karumbu, serta pembangunan jembatan darurat penghubung Desa Sumi dan Desa Nggelu. Unsur yang terlibat dalam penanganan meliputi BPBD Kabupaten Bima, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan aparat desa.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 4 Juli 2025

Perkembangan terkini menunjukkan kondisi banjir berangsur surut. Warga mulai melakukan pembersihan secara mandiri di lingkungan masing-masing.

Wilayah lainnya, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta pohon tumbang di beberapa titik lokasi terdampak.

Kejadian ini terpusat di Kecamatan Rejoso, tepatnya di Desa Jarangan. Dampak yang ditimbulkan mengakibatkan sekitar 10 kepala keluarga terdampak secara langsung. Kerugian materiil yang tercatat meliputi satu unit rumah rusak berat, sembilan unit rumah rusak ringan, serta satu unit fasilitas pendidikan yang juga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin kencang.

BPBD Kabupaten Pasuruan telah berkoordinasi dengan perangkat daerah setempat dan melaporkan kejadian kepada pimpinan. Tim Reaksi Cepat BPBD juga telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan asesmen dampak di lapangan. Penanganan bencana ini berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Timur tahun 2025–2026, sebagaimana ditetapkan melalui keputusan gubernur yang berlaku sejak 27 November 2025 hingga 31 Mei 2026.

Kondisi terkini di lokasi masih dalam proses penanganan. Bantuan logistik telah didistribusikan kepada warga terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Selanjutnya, peristiwa angin kencang juga terjadi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 16.00 WIB. Angin kencang mengakibatkan rusaknya rumah warga di Kecamatan Tegineneng.

Lokasi dan dampak di Kecamatan Tegineneng, tepatnya di Desa Gedung Gumanti, Sriwedari, Talang Besar, Kresnowidodo, dan Rejo Agung. Sebanyak delapan KK terdampak, dengan kerugian materiil lima unit rumah rusak berat, tiga unit rumah rusak ringan, dan 1 tiang listrik rusak.

BPBD Kabupaten Pesawaran berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan assessment dan drop logistik. Saat ini, penanganan dan gotong royong pembersihan material bangunan terdampak sedang dilakukan.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 16.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama menyebabkan meluapnya aliran air drainase, sehingga tembok penahan tanah (TPT) jebol dan memicu longsoran. Material tanah serta luapan air kemudian masuk ke rumah warga dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan.

Baca Juga  Pemerintah Bantu Sepenuhnya Penanganan Banjir Bandang Kota Ternate

Kejadian ini berlokasi di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Tugu Selatan. Dampak bencana mengakibatkan 11 kepala keluarga atau 36 jiwa terdampak, satu kepala keluarga atau empat jiwa dalam kondisi terancam, serta 12 kepala keluarga atau 40 jiwa harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kerugian materiil tercatat meliputi enam unit rumah terdampak, tiga unit rumah mengalami kerusakan ringan, serta satu unit rumah berada dalam kondisi rawan longsor.

BPBD Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan aparat setempat serta menjalankan penanganan sesuai prosedur operasional kebencanaan. Selain itu, dilakukan pendataan dampak kejadian, edukasi kebencanaan kepada masyarakat, serta imbauan kewaspadaan mengingat potensi longsor susulan. Penanganan ini berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi di Provinsi Jawa Barat tahun 2025/2026 sesuai keputusan gubernur yang berlaku hingga 30 April 2026.

Kebutuhan mendesak di lokasi meliputi logistik tanggap darurat, terpal, serta pasokan air bersih yang sedang didistribusikan kepada warga terdampak. Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan antara lain TRC BPBD Kabupaten Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat desa, TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Puskesmas setempat, Tagana Dinsos, serta berbagai unsur relawan dan masyarakat.

Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih dalam proses penanganan. Bangunan rumah yang tertimbun material longsoran belum dapat dievakuasi, dan pembersihan material akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Sebagian rumah yang terdampak aliran air telah dibersihkan secara mandiri oleh warga. Distribusi logistik dan air bersih terus dilakukan, namun situasi di lokasi masih belum sepenuhnya kondusif.

BNPB mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah yang masih berpotensi terjadi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang, menjaga kebersihan saluran drainase, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana saat hujan lebat, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan risiko. (*)