LIFESTYLEOTOMOTIFTEKNOLOGI

6 Perbedaan Motor Listrik dan Sepeda Listrik

1
×

6 Perbedaan Motor Listrik dan Sepeda Listrik

Sebarkan artikel ini

PERBEDAAN motor listrik dan sepeda listrik sering kali masih membingungkan sebagian orang, apalagi di tengah meningkatnya tren kendaraan ramah lingkungan saat ini.

Namun faktanya, motor listrik dan sepeda listrik memiliki spesifikasi, fungsi, hingga regulasi yang cukup berbeda.

Jika Anda tengah mempertimbangkan untuk beralih ke kendaraan bertenaga listrik, artikel ini dapat membantu agar dapat memilih sesuai kebutuhan dan gaya hidup.

Yuk, Simak perbedaannya!

Apa Saja Perbedaan Motor Listrik dan Sepeda Listrik?

Untuk membantu Anda memahami lebih dalam, mari bahas satu per satu perbedaan motor listrik dan sepeda listrik dari berbagai aspek:

1. Daya dan Kecepatan Maksimal

Motor listrik umumnya memiliki daya mesin yang jauh lebih besar dibanding sepeda listrik. Kecepatan maksimal motor listrik dapat mencapai 50–80 km/jam, bahkan lebih, tergantung modelnya.
Ini karena motor listrik dirancang untuk menggantikan fungsi motor konvensional dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, sepeda listrik biasanya memiliki daya motor sekitar 250W hingga 500W dengan kecepatan terbatas maksimal 25–30 km/jam.
Sepeda listrik ideal digunakan untuk jarak dekat seperti ke minimarket, area kompleks, atau lingkungan bebas kendaraan bermotor.

Baca Juga  Telkomsel Nonton Bareng Serentak di 13 Kota, Apresiasi bagi Pelanggan Setia Telkomsel Prestige

2. Sumber Tenaga Utama

Motor listrik sepenuhnya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga. Pengendara tidak perlu mengayuh sama sekali, karena tenaga dorong sepenuhnya berasal dari motor listrik internal. Berbeda halnya dengan sepeda listrik, di mana tenaga penggerak dapat berasal dari dua kombinasi: motor listrik dan kayuhan manual. Artinya, Anda tetap dapat mengayuh seperti sepeda biasa saat baterai habis atau ingin berolahraga ringan.

3. Desain dan Konstruksi Fisik

Dari segi tampilan, motor listrik memiliki bodi yang menyerupai motor konvensional: dilengkapi lampu besar, spion, jok lebar, dan rangka kokoh. Bobotnya juga lebih berat, karena menampung motor berdaya besar dan baterai kapasitas tinggi. Sebaliknya, sepeda listrik didesain lebih ringkas, sederhana, dan bobotnya lebih ringan.

4. Regulasi dan Perizinan

Motor listrik wajib mengikuti regulasi lalu lintas yang sama dengan motor konvensional. Artinya, kendaraan harus memiliki STNK, plat nomor, dan pengendaranya wajib memiliki SIM C. Selain itu, motor listrik boleh digunakan di jalan raya. Sementara itu, sepeda listrik tidak memerlukan STNK, SIM, atau registrasi kendaraan. Penggunaannya pun terbatas di jalur sepeda, perumahan, atau area tertentu.

Baca Juga  Telkomsel Hadirkan Paket Terbaru Halo+ Bold & Supreme, Ini Keunggulan dan Kemudahannya!

5. Fitur dan Teknologi

Motor listrik modern biasanya sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih: sistem smart unlock, panel digital, GPS tracking, hingga koneksi aplikasi mobile. Bahkan, beberapa produsen sudah menggunakan baterai Graphene yang tahan lama dan teknologi fast charging hanya dalam 20 menit.
Sedangkan sepeda listrik umumnya memiliki fitur terbatas. Beberapa model hanya menyertakan speedometer sederhana dan indikator baterai. Sistem keamanan, pencahayaan, dan kenyamanan pengendara juga tidak sekompleks motor listrik.

6. Harga dan Investasi Jangka Panjang

Motor listrik memiliki harga yang lebih tinggi dibanding sepeda listrik, mulai dari belasan hingga puluhan juta rupiah. Namun, investasi ini sebanding dengan performa, fitur, dan durabilitas yang ditawarkan.

Sebaliknya, sepeda listrik memiliki harga lebih terjangkau, rata-rata di bawah Rp10 juta. Cocok bagi Anda yang mencari alat transportasi ringan dan hemat untuk kebutuhan santai atau mobilitas di sekitar rumah.

Setelah melihat berbagai perbedaannya, pilihan kendaraan listrik terbaik bergantung pada gaya hidup dan kebutuhan mobilitas Anda. (*)