Partisipasi lintas sektor tersebut, lanjut Zulmaeta, menunjukkan bahwa penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap gerakan peduli sampah dapat diinisiasi di lingkungan kerja masing-masing, minimal satu kali dalam sepekan.
Bahkan, ia mendorong perangkat daerah meningkatkan pelaksanaan korvei setiap hari kerja melalui kegiatan bersih-bersih rutin selama satu jam sebelum aktivitas kantor dimulai.
HPSN 2026 mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)” yang menekankan pentingnya kerja bersama membangun budaya bersih dan lingkungan lestari.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti di sini, tetapi menjadi kebiasaan yang diwariskan untuk generasi mendatang,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 peserta. Menurutnya, gotong royong ini menjadi langkah awal menginisiasi Gerakan Nasional ASRI di daerah.
“Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan limbah padat, serta mendorong perubahan perilaku. Harapannya, aksi ini menginspirasi kerja bakti serentak di seluruh wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelibatan unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum diharapkan mampu memperkuat budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan. (*)





