PADANG

Komunitas Dangau Studio dan TDA Gelar Trauma Healing Bertajuk Sumatera Survive di Padang

0
×

Komunitas Dangau Studio dan TDA Gelar Trauma Healing Bertajuk Sumatera Survive di Padang

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Komunitas Dangau Studio bersama Komunitas TDA (Tangan Diatas) Padang menggelar kegiatan trauma healing atau psychological first aid (pertolongan psikologis awal) bagi anak-anak korban bencana alam di Sumatra Barat, Minggu (15/2) kemarin.

Acara bertajuk SUMATERA SURVIVE Trauma Healing #11 ini berlangsung di RT.03 RW.12 Baringin, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

Kolaborasi ini juga didukung Karang Taruna Fajar Menyinsing, Rimbo Andalas Project, dan Kementrian Perempuan BEM Politeknik Negeri Padang.

Kegiatan yang menyertakan puluhan relawan dan anak-anak terdampak ini menghadirkan serangkaian program pemulihan mental, mulai dari terapi seni hingga penghijauan di kawasan terdampak bencana.

Baca Juga  Kakanwil Ditjenpas Sumbar dan Kalapas Padang Bagikan Daging Kurban untuk Warga Sekitar Lapas

Rangkaian acara dimulai dengan Salat Duha berjamaah, dilanjutkan ice breaking, lalu Art Therapy Dangau setelah Salat Zuhur.

“Anak-anak diberikan kebebasan berekspresi melalui coretan sebagai bentuk pendampingan mental. Karya mereka nantinya akan dipamerkan dalam SUMATERA SURVIVE EXHIBITION,” kata Founder Dangau Studio, Budi Irwandi.

Selain Art Therapy, kegiatan relawan juga melakukan penanaman bibit di sekitar lokasi tersebut. Relawan melakukannya sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang Magrib, yakni menanam 1.000 bibit serai, 1.000 bibit kunyit, 1.000 bibit ubi kayu, serta berbagai bibit tanaman produktif dari Rimbo Andalas Project dalam program “Kebun Warga Bencana”.

Baca Juga  Peringati Hari Jadi Kota, Berikut Link Live Streaming HJK Kota Padang ke-354

Menjelang malam, acara dilanjutkan dengan Salat Magrib berjamaah, Yasinan, dan Tausiyah di Mushala Baitul Makmur. Kegiatan ditutup dengan makan bajamba sebagai tradisi makan bersama khas Minangkabau, yang diawali dengan doa dipimpin oleh Ketua Karang Taruna Fajar Menyingsing Dedi Setiawan.

Budi berharap, kegiatan kolaborasi ini dapat menjadi pemantik semangat Sumatra untuk bangkit bersama pascabencana. (*)