PARIAMAN

Irigasi Anai II Dibersihkan Serentak di Enam Desa

0
×

Irigasi Anai II Dibersihkan Serentak di Enam Desa

Sebarkan artikel ini
Irigasi Anai II Dibersihkan Serentak di Enam Desa. IST

PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID– Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Pariaman turun langsung ke lapangan melakukan gotong royong massal di kawasan Irigasi Anai II, Kecamatan Pariaman Selatan, Minggu (15/2). Aksi ini menyasar sejumlah titik saluran irigasi yang menjadi penopang utama pengairan lahan pertanian warga.

Kegiatan dilakukan bersama masyarakat setempat dengan fokus pembersihan sedimen lumpur, rumput liar, dan sampah yang menghambat aliran air. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan normalisasi saluran menjelang musim tanam.

Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi yang hadir bersama Sekretaris Daerah Afrizal Azhar mengatakan keterlibatan ASN merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga infrastruktur pertanian.

Baca Juga  Perangkat Daerah Pariaman Dibekali Pemahaman Penyusunan SOP

Menurut Mulyadi, saluran Irigasi Anai II memiliki peran strategis bagi produktivitas sawah di Pariaman Selatan sehingga perlu dirawat secara rutin dan kolaboratif.

“Kegiatan ini bentuk sinergi pemerintah dan masyarakat. Tujuannya agar aliran air ke sawah tetap lancar dan tidak terganggu saat musim tanam,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menjelaskan gotong royong tidak dipusatkan di satu lokasi saja, tetapi dilakukan serentak di beberapa desa agar dampak pembersihan lebih merata terhadap jaringan aliran.

Adapun titik kegiatan meliputi Desa Batang Tajongkek, Sungai Kasai, Marabau, Padang Cakur, Palak Aneh, dan Balai Kuraitaji yang berada di sekitar jalur Irigasi Anai II.

Baca Juga  KNPI Kota Pariaman Bantah Lakukan Aksi Demo Pencopotan Pj Wali Kota

Selain memperlancar aliran air, pembersihan saluran juga ditujukan untuk mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi yang berpotensi menggenangi permukiman warga di sekitar jaringan irigasi.

“Kami (pemerintah kota) juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan menjaga kebersihan irigasi secara mandiri agar fungsi pengairan tetap optimal,” sambung Mulyadi.

Melalui aksi bersama tersebut, pemerintah berharap perawatan irigasi tidak hanya bersifat insidental, tetapi menjadi gerakan rutin berbasis partisipasi warga demi keberlanjutan produksi pertanian. (*)