Di sisi lain, Yoga, pedagang lemang, mengaku bersyukur pasa pabukoan tetap berada di kawasan pasar pusat kota. Menurutnya, keberadaan pasa pabukoan di area tersebut sudah menjadi tradisi tahunan yang dinanti masyarakat, termasuk para perantau yang pulang kampung menjelang Idulfitri.
“Pada penghujung Ramadan, biasanya banyak perantau singgah ke pasa pabukoan untuk berbelanja. Kalau dipindahkan jauh dari kawasan pasar, sentuhan tradisinya bisa hilang. Kami berterima kasih kepada pemko, LPM, karang taruna, dan pemuda NDB yang telah menjawab aspirasi pedagang,” pungkasnya. (*)
WhatsApp Channel Harian Haluan
+ Gabung





