SUMBAR

Gorong-gorong Jalan Nasional Tak Mampu Tampung Debit Air, Ranah Pesisir Langganan Banjir

1
×

Gorong-gorong Jalan Nasional Tak Mampu Tampung Debit Air, Ranah Pesisir Langganan Banjir

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.ID- Banjir besar yang menghantam Nagari Pasie Pelangai dan Sungai Liku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, beberapa waktu lalu menuai sorotan. Kali ini, sorotan tertuju pada gorong-gorong crossing di ruas jalan nasional yang dinilai tak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Akibatnya, air meluap dan merendam ratusan rumah warga sekitar. Genangan air bahkan bertahan hingga berhari-hari sebelum akhirnya surut secara perlahan.
Warga menyebut, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan dengan intensitas tinggi, dua nagari tersebut hampir selalu menjadi langganan banjir. Parahnya lagi, luapan air sempat hampir memutus akses jalan nasional karena ketinggian air di atas badan jalan mencapai hampir sepinggang orang dewasa.

“Kalau hujan deras beberapa jam saja, air langsung naik. Gorong-gorong itu sudah tidak sanggup lagi menyalurkan debit air,” ujar Imal (48) salah seorang warga setempat.

Menurutnya, persoalan ini sebenarnya telah berulang kali disampaikan kepada pihak berwenang, khususnya Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Wali Nagari Pasie Pelangai telah menyurati Kepala BPJN Sumbar, meminta agar gorong-gorong tersebut diganti dengan jembatan agar aliran air lebih lancar.

Baca Juga  Walikota Padang Hendri Septa: Ternyata Bayar Listrik Sangat Mudah di Aplikasi PLN Mobile

Hal serupa juga dilakukan Camat Ranah Pesisir pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 27 November 2025 lalu. Surat resmi dilayangkan ke BPJN Sumbar dengan permintaan yang sama mengganti gorong-gorong dengan jembatan permanen.

Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Pesisir Selatan Fraksi PAN, Novermal, mengatakan bahwa aspirasi masyarakat Ranah Pesisir sudah sangat jelas dan mendesak untuk segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar infrastruktur biasa, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran akses jalan nasional yang menjadi urat nadi transportasi.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Setiap banjir, ratusan rumah warga terendam dan aktivitas masyarakat lumpuh. Bahkan jalan nasional hampir putus karena air meluap tinggi. Artinya, secara teknis gorong-gorong yang ada sekarang sudah tidak memadai lagi,” ucap Novermal kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).

Novermal menyebut, telah berulang kali berkomunikasi langsung dengan pejabat terkait di BPJN Sumbar, termasuk kepala balai yang saat ini menjabat. Namun hingga kini, penanganan konkret belum juga terealisasi.

“Mungkin BPJN masih fokus menangani dampak bencana di daerah lain. Tapi harapan masyarakat Ranah Pesisir juga harus menjadi prioritas. Ini menyangkut keselamatan dan keberlangsungan hidup warga,” katanya.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana 29 Mei 2025

Menurut Novermal, dalam kunjungan ke Sungai Batang Pelangai pasca bencana 27 November 2025, Tim Teknis Dinas SDA-BK Provinsi Sumatera Barat telah melakukan kajian lapangan. Hasilnya, tim teknis merekomendasikan agar gorong-gorong crossing tersebut diganti dengan jembatan. Tujuannya agar debit banjir dapat mengalir lebih lancar dan cepat, sehingga genangan tidak meluas dan tidak bertahan lama seperti yang selama ini terjadi.

“Rekomendasi teknis sudah jelas, tinggal eksekusi. Kalau diganti dengan jembatan, kapasitas tampung air tentu jauh lebih besar. Minimal banjir tidak terlalu lama menggenangi rumah warga,” jelasnya.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan setempat, Novermal berharap BPJN Sumbar segera turun langsung meninjau lokasi dan mengambil langkah penanganan yang komprehensif.

“Kami berharap BPJN Sumbar segera meninjau langsung ke lapangan dan melakukan penanganan sebagaimana mestinya. Jangan sampai kita menunggu banjir yang lebih besar lagi atau sampai benar-benar memutus jalan nasional, baru semua bergerak,” pungkasnya. (*)