PADANG, HALUAN – Sebanyak 50 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) diterjunkan ke lokasi bencana di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak bertajuk “Pemulihan Pertanian Pasca Bencana Nagari Sungai Batang Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat” yang berlangsung sejak 4 Februari hingga 20 Maret 2026.
Nagari Sungai Batang menjadi salah satu wilayah terparah terdampak bencana longsor (galodo) dan banjir yang membawa material batu, lumpur, serta kayu ke lahan pertanian dan permukiman warga. Kondisi tersebut mengakibatkan banyak lahan produktif rusak dan aktivitas ekonomi masyarakat terganggu.
Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Kehutanan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Mereka melakukan pendampingan kepada dua mitra utama, yakni Kelompok Tani Pandan Sarumpun dan Kelompok UMKM Ummi Berkarya.
Pada Kelompok Tani Pandan Sarumpun, mahasiswa melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman kembali tanaman endemik bernilai ekonomi seperti durian, alpukat, dan matoa.
Dosen pendamping kegiatan, Dr. Wedy Nasrul, M.Si, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai upaya pemulihan jangka panjang. “Kami tidak ingin masyarakat hanya bangkit sesaat. Rehabilitasi lahan pertanian harus dibarengi dengan penguatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan agar hasilnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan tanaman bernilai ekonomi menjadi strategi untuk memastikan keberlanjutan pendapatan petani.
“Durian, alpukat, dan matoa bukan hanya cocok secara ekologis, tetapi juga memiliki prospek pasar yang baik. Kami berharap beberapa tahun ke depan, hasilnya bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat Sungai Batang,” kata Wedy.
Sementara itu, untuk Kelompok UMKM Ummi Berkarya, mahasiswa memberikan pelatihan produksi dan pemasaran digital produk olahan pertanian seperti keripik dan aneka snack berbahan jagung, pisang, ubi, kacang, dan bawang.
“Pendampingan ini penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga memahami strategi penjualan online, pengemasan, hingga manajemen usaha sederhana,” tambahnya.
Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan dukungan pendanaan tersebut, UMSB berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pascabencana berbasis kampus dan berorientasi pada keberlanjutan. (*)





