PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman bersama Dinas Kesehatan dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Pabukoan Balai Kuraitaji dan kawasan kuliner Desa Kampung Baru, Senin (23/2) sore. Sidak dilakukan untuk memastikan keamanan pangan selama Ramadan.
Pengawasan terpadu tersebut menyasar jajanan takjil yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa. Tim gabungan mengambil puluhan sampel makanan dan minuman untuk diuji lebih lanjut di laboratorium.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan sidak pangan merupakan agenda rutin tahunan guna melindungi masyarakat dari risiko konsumsi bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.
“Pemeriksaan ini dilakukan supaya masyarakat terhindar dari makanan berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan. Kita melihat ada makanan dan minuman yang tampilannya mencolok atau teksturnya tidak wajar, sehingga perlu diuji,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan awal di lapangan, Yota menyebut sampel yang diperiksa secara cepat masih dinyatakan aman. Namun hasil final tetap menunggu uji laboratorium dari BPOM. “Kalau nanti ditemukan zat berbahaya, tentu akan ada pembinaan kepada pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan tersebut,” tegasnya.
Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhendri, menyampaikan bahwa sebanyak 60 sampel makanan dan minuman telah dikumpulkan dari dua lokasi tersebut untuk diuji di laboratorium.
“Hari ini kami melakukan pengawasan terpadu untuk memastikan keamanan pangan masyarakat yang mengonsumsi takjil di bulan Ramadan. Hasil uji akan kami sampaikan kepada dinas terkait,” jelas Martin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas dan selektif dalam memilih makanan berbuka. “Jangan mudah tergiur tampilan menarik. Percayalah pada hasil pengawasan resmi BPOM,” katanya. Kegiatan sidak turut dihadiri Wakil Wali Kota Mulyadi, Sekretaris Daerah Afrizal Azhar, jajaran OPD, camat, tim labor BPOM, serta unsur Forkopimda. Pemerintah berharap pengawasan ini mampu menjaga keamanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran pedagang dan konsumen selama Ramadan. (*)





