JAKARTA, HARIANHALUAN.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah laporan kejadian bencana di Tanah Air, dalam kurun waktu 24 jam sebelumnya hingga Kamis, 26 Februari 2026 pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dirangkum oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan dampak cuaca ekstrem masih mendominasi di sejumlah wilayah.
Laporan pertama adalah banjir yang melanda Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Senin (23/2). Bencana ini terjadi setelah hujan deras melanda sekira pukul 14.21 hingga 19.15 WIB yang kemudian menyebabkan air merendam permukiman warga.
Sebanyak sembilan desa dan dua kelurahan di tujuh kecamatan terendam banjir dengan tinggi muka air 10 hingga 15 sentimeter. BPBD setempat mencatat sebanyak 196 Kepala Keluarga (KK) terdampak, satu unit jembatan mengalami rusak, dan 800 meter persegi lahan pertanian juga terendam banjir.
Banjir berangsur surut pada Rabu (25/2). Kendati demikian, BPBD Kabupaten Bondowoso masih bersiaga dan terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada apabila banjir kembali terjadi.
Bergeser ke daerah lainnya, banjir dilaporkan juga terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (25/2). Banjir ini dipicu oleh hujan lebat yang terjadi pada pukul 16.00 hingga 18.00 WITA.
BPBD Kabupaten Bima melaporkan sebanyak lima desa di Kecamatan Bolo dan Madapangga terdampak banjir. BPBD juga mencatat sebanyak 257 KK terdampak banjir dengan kerugian materiil mencakup 233 unit rumah terendam.
Merespons kejadian ini BPBD Kabupaten Bima telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk melakukan koordinasi, kaji cepat, dan penanganan darurat di lokasi terdampak. Hingga malam harinya, genangan di sebagian besar lokasi terdampak dilaporkan berangsur surut.
Beralih ke Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Banjir dilaporkan merendam Desa Ohoi Fako, Kecamatan Kei Besar pada Minggu (22/2). Banjir yang dipicu oleh luapan air sungai ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi terjadi selama tiga hari terakhir.
BPBD Provinsi Maluku melaporkan akibat kejadian ini sebanyak 51 jiwa mengungsi. Sementara itu kerugian materiil akibat banjir ini meliputi 22 unit rumah terdampak, dua unit rumah mengalami rusak ringan, tiga akses jalan terdampak, dan dua talud mengalami rusak serta akses jalan penghubung antar desa terhambat setelah tertimbun material longsoran. Hingga Rabu (25/2) tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak.
Selain banjir, cuaca ekstrem yang ditandai dengan fenomena hujan lebat disertai angin kencang menerjang Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Rabu (25/2), sekira pukul 12.00 WIB. Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan oleh sebagian besar warga di 10 desa di delapan kecamatan.
BPBD Kabupaten Klaten mencatat akibat peristiwa ini sedikitnya delapan KK terdampak sedangkan tiga orang mengalami luka ringan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Klaten telah melakukan penanganan awal di lokasi terdampak.
Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi yang cukup tinggi di sejumlah wilayah Indonesia, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air, segera tingkatkan kewaspadaaan mulai dari keluarga dan lingkungan rumah. Apabila beraktivitas di luar ruang, saat terjadi hujan deras dan angin kencang, diimbau untuk menjauhi pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang.
BNPB berharap masyarakat dapat melakukan aksi dini dalam merespons peringatan dini bahaya hidrometeorologi. Di samping upaya kesiapsiagaan di tingkat keluarga, jejaring komunikasi, seperti whatsapp group dan radio handheld transceiver yang dikelola BPBD hingga aparat kecamatan dan desa menjadi salah satu mekanisme efektif untuk penyampaian peringatan dini bahaya. (*)





