Selain itu, simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026 diprediksi pada stasiun asal adalah Stasiun Pasar Senen sebesar 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867.000 orang.
Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang. Sedangkan terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang.
Lalu, pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214.000 orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158.000 orang. Sementara lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak–Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.
Menghadapi lonjakan penumpang tersebut, Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026, di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang.
Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan.
Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.
Dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik/balik, pemerintah melakukan pembatasan operasional untuk truk sumbu 3 atau lebih, dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok. “Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan dan lebih dimensi untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Dudy. (*)





