SOLOK, HARIANHALUAN.ID – Maraknya informasi keliru hingga hoaks terkait kinerja dan program pemerintah menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi persepsi publik sekaligus mengganggu stabilitas sosial di tingkat akar rumput.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan pentingnya sikap bijak masyarakat dalam menyikapi setiap informasi yang beredar di media sosial maupun media massa. Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Tim Safari Ramadan I di Masjid Nurul Iman, Taratak Tangah, Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan, Kecamatan Lembah Gumanti, Selasa (24/2).
Jon Firman Pandu menekankan bahwa ruang digital kini menjadi medan utama pertarungan informasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap konten yang diterima tanpa proses klarifikasi dan verifikasi sumber.
Ia mengingatkan, informasi yang tidak jelas kebenarannya dapat memicu kesalahpahaman hingga memperlemah kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. “Literasi media menjadi kunci untuk menjaga keharmonisan sosial di tengah dinamika politik dan pembangunan,” ujarnya.
Kemudian ia juga mengajak masyarakat melihat Program Makan Bergizi Gratis dari sisi manfaat jangka panjang, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak, Bupati juga menyoroti efek berlapis program MBG terhadap perekonomian lokal. “Keterlibatan petani, peternak, serta pelaku UMKM dalam rantai pasok pangan dinilai mampu menggerakkan ekonomi nagari sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Jon memaparkan bahwa Tim Safari Ramadan tahun ini dibagi menjadi 10 tim yang bergerak ke seluruh wilayah Kabupaten Solok. Kehadiran kepala OPD dalam setiap tim diharapkan menjadi jembatan penyampaian aspirasi masyarakat secara langsung.
Ia menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan forum dialog antara pemerintah dan warga. Melalui kegiatan ini, persoalan riil di lapangan dapat diidentifikasi untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Sementara itu, Wali Nagari Persiapan Sungai Nanam Selatan, Jon Rahman, melaporkan wilayahnya saat ini dihuni sekitar 3.010 kepala keluarga dengan jumlah penduduk lebih dari 8.000 jiwa. Ia berharap Sungai Nanam Selatan segera ditetapkan sebagai nagari definitif agar pelayanan publik semakin optimal.
Jon juga menyatakan dukungan terhadap rencana pemekaran nagari di kawasan Sungai Nanam, termasuk pembentukan empat nagari baru, guna mempercepat pembangunan dan pemerataan pelayanan. Menurutnya, pemekaran yang terencana dapat memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan Safari Ramadan diawali tausyiah oleh Dr. Dendi dengan tema “Lima Penghalang Pahala Sedekah”, berlangsung khidmat dan ditutup dengan penyerahan bantuan hibah masjid Rp25 juta dari Pemkab Solok serta bantuan Rp2 juta dari Bank Nagari. (*)





