NASIONAL

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam 20 Dolar AS per Barel

5
×

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam 20 Dolar AS per Barel

Sebarkan artikel ini

Sejumlah negara dengan cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserves) berpotensi melepas stok untuk meredam gejolak, termasuk Tiongkok dan negara-negara konsumen utama lainnya. Namun langkah tersebut hanya bersifat penyangga jangka pendek.

“Cadangan strategis dirancang untuk meredam guncangan sementara, bukan untuk menutup gangguan struktural berkepanjangan,” ujarnya.

Rystad memperkirakan, jika Selat Hormuz benar-benar tertutup, kemungkinan besar hanya berlangsung satu hingga dua pekan. Namun bahkan gangguan singkat dapat menciptakan kemacetan logistik, penumpukan tanker, dan keterlambatan pelabuhan yang efeknya bertahan lebih lama.

Baca Juga  BNPB Selesaikan Pembangunan Talud Darurat Desa Ketitang Wetan, Kabupaten Pati

Menariknya, kelompok OPEC+ dijadwalkan bertemu dan dikabarkan tengah membahas peningkatan produksi lebih besar dari perkiraan. Dalam kondisi normal, kenaikan produksi akan menekan harga.

Namun Leon menegaskan bahwa jika minyak mentah tidak bisa keluar dari Teluk akibat kendala di Selat Hormuz, tambahan produksi tidak akan berdampak signifikan dalam jangka pendek.

“Masalahnya bukan kapasitas produksi hulu, melainkan rute ekspor dan jalur pelayaran,” katanya.

Rystad Energy menilai saat ini belum terlihat tanda-tanda de-eskalasi. Jalur diplomatik disebut mandek, sementara risiko telah bergeser dari konflik terbatas menuju potensi gangguan sistemik.

Baca Juga  11 Kantor Pertanahan Dianugerahi WTAB, Wamen Ossy Tegaskan Arah Birokrasi Kementerian ATR/BPN yang Bersih dan Berintegritas

Beberapa indikator krusial yang perlu dipantau ke depan antara lain pembukaan kembali jalur diplomasi, respons negara-negara GCC, konfirmasi serangan terhadap infrastruktur energi, serta pola lalu lintas maritim secara real time di Selat Hormuz.

“Konflik ini telah memasuki fase yang secara material lebih berbahaya. Bagi pasar minyak global, status efektif Selat Hormuz baik tertutup secara fisik maupun secara fungsional menjadi variabel paling dominan,” tutup Leon. (*)