PADANG, HALUAN—Bank Nagari mengimbau nasabah untuk lebih banyak bertransaksi secara nontunai saat Ramadan dan selama masa libur Lebaran.
Selain lebih memudahkan dan aman, juga untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan uang tunai masyarakat selama bulan Ramadan dan libur Lebaran.
“Dengan demikian masyarakat tidak perlu panik tentang kesediaan uang tunai karena bisa menggunakan transaksi nontunai,” ujar Direktur Utama Bank Nagari Gusti Candra kepada Haluan, Jumat (27/2).
Orang nomor satu di bank kebanggaan masyarakat Sumbar itu mengatakan, penggunaan transaksi nontunai seperti QRIS sangat memudahkan masyarakat melakukan pembayaran tanpa perlu harus membawa uang tunai.
Terlebih saat ini Bank Nagari sudah bekerja sama lebih dengan 50 ribu merchant atau outley yang tersebar di seluruh wilayah Sumbar sehingga penggunaan transaksi nontunai bisa lebih luas lagi.
“Utamakan transaksi nontunai yang lebih banyak. Terlebih selalu ada promo yang diberikan Bank Nagari baik pada momentum Ramadan juga Lebaran nantinya. Selalu akan ada kejutan-kejutan menarik untuk Transaksi dengan QRIS,” ujarnya.
Tetapi demikian dikatakannya kultur membagikan uang baru oleh masyarakat saat Lebaran juga tetap diantisipasi oleh Bank Nagari.
Bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank Nagari ikut melayani penukaran bagi masyarakat yang telah melakukan pemesanan dan mendapatkan bukti pemesanan melalui aplikasi PINTAR BI.
Dalam kesempatan itu Ia juga mengingatkan agar masyarakat waspada karena biasanya kejahatan siber meningkat pada masa periode libur panjang seperti libur Lebaran.
Dikatakannya bank tidak pernah meminta nomor rekening, pin, OTP, atau pun alamat email sehingga jika ada yang sengaja meminta data tersebut sudaj jelas itu penipuan.
“Kemudian kalau ada link yang tidak jelas, dalam bentuk undangan pesta atau apapun, paling amannya jangan pernah dibuka,” ujarnya mengingatkan.
Ia mengatakan pertahanan diri pertama adalah pada nasabah sendiri. Oleh karena itu jangan lengah dan membuat data pribadi bocor sehingga uang di rekening raib.
Dikatakan Gusti setiap bank termasuk Bank Nagari memang punya teknologi untuk antisipasi kejahatan siber seperti Freud Detection Sistem.
Tetapi demikian secanggih-canggihnya teknologi kalau si pemilik rekening sendiri yang memberikan datanya, tentu bisa jebol juga.
“Pertahanan pertama itu memang dari nasabah ya. Kita memang punya tim siber, patroli 24 jam, tetapi tetap nasabah harus waspada,” ujar dia lagi. (h/ita)





