“Kami memberikan apresiasi yang tinggi karena ini merupakan satu-satunya kegiatan kompetisi keagamaan yang dilaksanakan oleh pondok pesantren di Ampek Nagari,” ujarnya.
Ia juga menilai pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan tepat waktu sebagai bentuk penerapan inovasi daerah dalam efisiensi kegiatan.
“Ampek Nagari memiliki inovasi Sepatu Ampek Nagari, yaitu pelaksanaan kegiatan yang tepat waktu sebagai bentuk efisiensi. Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sesuai jadwal,” katanya.
Zulwardi menambahkan bahwa keberadaan Pondok Pesantren Rumah Putih memiliki peran strategis bagi masyarakat, terlebih sebagai satu-satunya pondok pesantren yang ada di Kecamatan Ampek Nagari.
“Pondok pesantren ini satu-satunya yang ada di Ampek Nagari. Kualifikasinya juga sudah tinggi karena telah menerima santri dari luar daerah,” jelasnya.
Menurutnya, pendirian pesantren merupakan amal mulia yang memberikan manfaat besar bagi umat.
“Pondok pesantren itu sangat mulia, didirikan oleh orang-orang yang memiliki hati yang mulia. Mudah-mudahan pondok pesantren ini terus berkembang,” ucapnya.
Ia berharap kegiatan kompetisi yang masih sederhana ini tersebut dapat terus ditingkatkan kualitasnya dari tahun ke tahun.
“Walaupun masih sederhana, pondok pesantren sudah mampu melaksanakan kompetisi. Semoga dari tahun ke tahun kualitasnya semakin baik. Jadikan ini sebagai pelajaran agar ke depan lebih baik lagi,” tambahnya.
Dalam momentum Ramadan, camat juga mengajak masyarakat untuk kembali memakmurkan masjid sesuai dengan imbauan pemerintah daerah.





