AGAM, HARIANHALUAN.ID – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSumbar) melaksanakan Program Mahasiswa Berdampak di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, guna mendukung pemulihan ekonomi dan penguatan ekowisata pascabanjir dan longsor yang melanda kawasan tersebut.
Program bertajuk “Pemulihan Pascabencana Berbasis Ekonomi Biru dan Ekowisata Berkelanjutan di Nagari Maninjau Kabupaten Agam” itu berlangsung sejak 4 Februari hingga 20 Maret 2026.
Kegiatan ini diketuai oleh dosen Program Studi Teknik Sipil, Helga Yermadona, bersama tim lintas disiplin yang melibatkan Dytchia Septi Kesuma dari Teknik Elektro, serta Eddi Novra dari Fakultas Pariwisata. Mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Usaha Perjalanan Wisata.
Program tersebut menggandeng dua mitra utama, yakni Kelompok Bancah Saiyo sebagai kelompok petani keramba dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Maninjau.
Pulihkan Sektor Perikanan
Dosen Program Studi Teknik Sipil, Helga Yermadona mengatakan, di sektor perikanan mahasiswa mendampingi Kelompok Bancah Saiyo yang selama ini menggantungkan hidup dari keramba di Danau Maninjau. Pascabencana, sejumlah alat perikanan milik warga rusak dan hanyut terbawa arus.
“Melalui program ini, kelompok nelayan dibantu dengan penyediaan alat perikanan guna mendukung keberlanjutan usaha mereka,” katanya.
Selain itu, mereka juga akan mendapatkan perlengkapan keselamatan kerja untuk meningkatkan keamanan saat beraktivitas di perairan danau.
Ia menyebutkan, pendampingan tersebut menjadi bagian dari pendekatan ekonomi biru, yang menekankan pemanfaatan sumber daya perairan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Rehabilitasi Destinasi Wisata
Sementara di sektor pariwisata, kata Helga Yermadona, mahasiswa bersama Pokdarwis Maninjau melakukan rehabilitasi lingkungan destinasi wisata, khususnya di kawasan Air Terjun Sarasah dan pemandian Aia Angek.
Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan area terdampak, penataan jalur kunjungan, hingga perbaikan fasilitas sederhana, agar kembali aman dan nyaman bagi wisatawan.





