Tim juga menyusun peta wisata kawasan Danau Maninjau, memasang rambu penunjuk arah destinasi, serta menyiapkan perlengkapan wisata aman berbasis mitigasi bencana.
“Pokdarwis Maninjau pun akan menerima perlengkapan keselamatan guna menunjang operasional wisata yang lebih tertib dan aman,” ujarnya.
Pemetaan Usaha Lokal
Helga Yermadona mengatakan bahwa tak hanya fokus pada infrastruktur dan lingkungan, mahasiswa juga melakukan survei terhadap pelaku usaha kuliner, serta penginapan dan homestay di sekitar kawasan wisata. Langkah ini diambil setelah diketahui pendapatan pelaku usaha menurun signifikan sejak bencana terjadi.
Data hasil survei tersebut akan digunakan sebagai dasar pemetaan potensi dan penyusunan rekomendasi penguatan promosi, serta integrasi layanan wisata di kawasan Maninjau.
Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tahun 2026.
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan dukungan pendanaan tersebut, UMSumbar berharap kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pascabencana berbasis kampus yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Dengan sinergi antara dosen, mahasiswa, mitra dan pemerintah nagari, kawasan Maninjau diharapkan kembali bangkit sebagai sentra ekonomi perikanan, sekaligus destinasi wisata unggulan di Kabupaten Agam,” tuturnya. (*)





