SUMBAR

Benny Dwifa Yuswir Tegaskan Camat Harus Peka terhadap Denyut Nadi Masyarakat

2
×

Benny Dwifa Yuswir Tegaskan Camat Harus Peka terhadap Denyut Nadi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengukuhkan empat jabatan camat di lingkup pemerintahan daerah Kabupaten Sijunjung, Senin (2/3) di Balairung Lansek Manih Kantor Bupati Sijunjung. IST

SIJUNJUNG,HARIANHALUAN.ID – Suasana khidmat menyelimuti Balairung Lansek Manih, Senin (2/3) saat Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir resmi mengukuhkan empat jabatan camat baru. Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi penegasan komitmen kepemimpinan di tengah tantangan berat tahun 2026.
Adapun Empat pejabat yang dipercaya mengemban amanah tersebut adalah Novdel Fendri Melva Putra, SSTP, MM sebagai Camat Kupitan, Erick Sedenov SIP sebagai Camat Koto VII, Verigif Alnev SSTP, M.Si sebagai Camat Lubuk Tarok dan Rahmad Azandi Fajar SSTP sebagai Camat Tanjung Gadang.
Dalam arahannya Benny Dwifa Yuswir menegaskan bahwa jabatan camat bukan lah hanya sekadar tugas administratif. Lebih dari itu, camat harus menjadi pemimpin yang peka terhadap denyut nadi masyarakat.
“Camat tidak boleh tidak tahu apa yang terjadi di wilayahnya. Ibaratnya jarum saja jatuh, camat harus tahu itu,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya soal etika, moral, kejujuran, keikhlasan serta rasa tanggung jawab tinggi dalam menjalankan amanah yang di emban. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan merupakan hasil pertimbangan matang berdasarkan potensi, aturan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Benny juga mengungkapkan bahwa di tahun 2026 ini menjadi salah satu periode paling menantang bagi pemerintah daerah. Sebab kebijakan efisiensi anggaran ekstrem dari pemerintah pusat berdampak langsung pada kemampuan keuangan daerah.
“Ini tahun terberat yang kita jalani. Efisiensi di level ekstrem memaksa kita mencari alternatif agar pembangunan tetap berjalan dan pelayanan tetap maksimal,” ujarnya.
Selain itu, Benny juga menegaskan masyarakat tidak ingin tahu istilah teknis seperti efisiensi anggaran. Bagi masyarakat, yang terpenting adalah kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan yang nyata.
Meski ada kabar pengembalian transfer dana ke daerah, realisasi yang diterima belum sesuai harapan. Dampaknya, sejumlah program prioritas dan janji politik belum sepenuhnya terealisasi.
” Menjelang Idulfitri, saya juga meminta dan menghimbau para wali nagari untuk segera berkoordinasi dengan Dinas PU dalam hal perbaikan jalan berlubang dan membersihkan semak di sepanjang ruas jalan. Tahun ini perantau banyak yang pulang kampung, sambut mereka dengan wilayah yang bersih dan aman,” tukasnya.
Dengan pengukuhan ini, harapan baru pun tumbuh. Di tengah tekanan anggaran dan tantangan pembangunan, kepemimpinan yang responsif dan hadir di tengah masyarakat menjadi kunci utama membawa Sijunjung tetap melangkah maju.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pj Sekretaris Daerah Jaheri, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Walinagari dan pengurus TP PKK Kabupaten serta TP PKK Nagari se Kabupaten Sijunjung. (*)