PADANG

Pemko Padang Redam Tawuran dan Narkoba Melalui Pembinaan Rohani

0
×

Pemko Padang Redam Tawuran dan Narkoba Melalui Pembinaan Rohani

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempertegas komitmennya dalam membentengi generasi muda dari ancaman sosial melalui penguatan basis spiritual di seluruh rumah ibadah. Langkah ini menjadi strategi krusial untuk menekan angka tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas yang kian mengkhawatirkan di era digital.

Melalui kegiatan Pembinaan Rohani BNKP Padang tahun 2026 yang diikuti oleh 423 pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, Senin (2/3/2026), Pemko Padang menekankan bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan selaras dengan ketahanan mental dan iman.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyatakan bahwa ketaatan pada ajaran agama merupakan fondasi utama dalam menjaga ketertiban masyarakat. Menurutnya, karakter yang tangguh tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan ibadah yang konsisten.

“Jika iman anak-anak kita kuat, saya yakin tawuran, narkoba, dan pergaulan bebas bisa kita tekan. Ketaatan pada ajaran agama menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan zaman,” tegasnya.

Baca Juga  Pemko Padang Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Selain penguatan rohani, isu disiplin digital menjadi sorotan utama. Fadly Amran mengingatkan para orang tua bahwa teknologi tanpa pengawasan dapat menjadi pintu masuk bagi pengaruh negatif.

Dia menekankan pentingnya penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yang mencakup pengaturan waktu penggunaan gawai. Orang tua diminta memastikan anak-anak tidak terjebak dalam penggunaan gadget hingga larut malam yang dapat merusak pola pikir dan kedisiplinan mereka.

Sebagai langkah konkret, Kota Padang terus mengembangkan program unggulan Smart Rumah Ibadah. Program ini dirancang inklusif, tidak hanya menyasar masjid (Smart Surau), tetapi juga gereja, wihara, dan rumah ibadah lainnya secara serentak.

Dalam implementasinya, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan setara, termasuk pemetaan Guru Agama dan Dinas Pendidikan dengan telah diinstruksikan untuk mendata kebutuhan riil guru agama Kristen di sekolah-sekolah guna menjamin hak pendidikan agama setiap siswa sesuai regulasi yang berlaku.

Baca Juga  Honda Hayati Terima Penghargaan Penggerak Donor Darah dari PMI

Selanjutnya, Integrasi Kurikulum Spiritual, di saat siswa muslim mengikuti Pesantren Ramadan, siswa pemeluk agama lain secara bersamaan melaksanakan pembinaan rohani dan pastoral di rumah ibadah masing-masing.

Kemudian dukungan fasilitas, pemerintah membuka ruang dialog terkait pengembangan infrastruktur rumah ibadah guna menampung pertumbuhan jemaat dan intensitas kegiatan pembinaan generasi muda.

Melalui sinergi antara tokoh agama, pemerintah, dan orang tua, pembinaan rohani ini diharapkan mampu melahirkan generasi Kota Padang yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh untuk menghadapi masa depan. (*)