SUMBAR

Pembangunan Sabodam Gunung Marapi Dimulai

1
×

Pembangunan Sabodam Gunung Marapi Dimulai

Sebarkan artikel ini

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.ID — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan delapan unit sabodam yang tersebar di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Tanah Datar dan Agam. Pembangunan pengendali lahar atau sedimen di kawasan Gunung Marapi itu akan berlangsung selama tiga tahun, mulai dari 2025 sampai 2027.

Pembangunan yang dilaksanakan oleh Kontraktor Subuh Berkah KSO dengan anggaran sebesar Rp249,8 miliar itu dibagi dalam tiga tahun pelaksanaan, direncanakan selama 739 hari kerja dimulai dengan groundbreaking (peletakan batu pertama) oleh Menteri PU, Dody Hanggodo di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Selasa (3/3).

Untuk Kabupaten Tanah Datar direncanakan bakal di bangun 5 sabodam, yakni tiga unit di Batang Malana, dua unit di Batang Anai, dan satu unit Series River Training Works di Batang Pagu-Pagu. Sedangkan di Kabupaten Agam bakal dibangun sebanyak 3 unit di Batang Katik.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama yang menjadi pertanda pembangunan sabodam akan dimulai.

Alhamdulillah, dari 40 usulan yang dibutuhkan Tanah Datar, pemerintah pusat menyetujui enam sabodam, di mana hari ini (kemarin, red) dilaksanakan seremonial atas dimulainya pembangunan sabodam. Atas nama masyarakat saya menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI melalui Kementerian PU dipimpin Pak Menteri Dody Hanggodo, Wakil Ketua Komisi Komisi IV Pak Andre Rosiade, dan juga anggota DPR RI Komisi V, Pak Zigo Rolanda serta pihak terkait lain,” ujarnya.

Baca Juga  Polda Ajak Generasi Muda Bijak Gunakan Sosial Media

Dengan dimulainya pembangunan sabodam ini, Eka Putra meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar bersama camat beserta jajaran serta wali nagari untuk terus mendukung dan mengawal pembangunan sabodam tersebut.

Sementara itu, anggota DPR RI, Zigo Rolanda menyampaikan, pelaksanaan pembangunan kembali infrastruktur akibat bencana tahun 2024, khususnya sabodam baru bisa terlaksana dan direalisasikan.

“Bencana 2024 sama 2025 berbeda, namun tetap menjadi perhatian Presiden untuk percepatan pembangunannya, seperti sabodam ini. Di samping menyampaikan terima kasih kepada Presiden, saya juga harap masyarakat di sini mendukung pelaksanaan pembangunan sabodam ini,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade menegaskan, pembangunan sabodam dan beberapa rencana pelaksanaan pembangunan lainnya di Tanah Datar berkat kegigihan pemerintah daerah, khususnya Bupati Tanah Datar.

“Saya melihat, Bupati Tanah Datar ini sangat nyinyir sekali untuk meminta bantuan ke pemerintah pusat seperti sabodam ini, dan juga perbaikan ruas jalan yang sebenarnya tidak menjadi kewenangannya atau pemerintah kabupaten, dan juga bantuan-bantuan lainnya, Saya apresiasi itu dan alhamdulillah satu per satu sudah ada yang terealisasi,” ujarnya.

Bahkan ke depan, ujar Andre lagi, ia bersama Donny Oskaria dan Bupati Tanah Datar serta pihak lainnya juga telah meninjau rencana pembangunan jalan dan lokasi Emergency Safety Area di Panyalaian dan juga jalan di Pasar Koto Baru X Koto yang kerap dilanda macet.

Baca Juga  Korpri Agam Gelar Wirid Mingguan

Alhamdulillah, dari kunjungan langsung tersebut, sudah nampak solusi dan kesediaan pihak KAI serta di Pasar Koto Baru juga sudah ada jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk atasi macet walau masih perlu kajian lebih mendalam lagi,” katanya.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hangodo menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya kegiatan seremonial namun wujud dimulainya tanggung jawab negara dalam mengurangi risiko bencana yang bakal terjadi di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini sebagai wujud dan tindak lanjut tanggung jawab negara. Sesuai petunjuk dari Presiden, Kementerian PU akan membangun sabodam sebagai bukti konkret dalam mengurangi risiko banjir dan sedimen, sesuai dengan perencanaan yang terukur,” ucapnya. Ia mengatakan, pembangunan sabodam direncanakan sebanyak 56 unit di Sumatera Barat (Sumbar), yang berhulu ke Gunung Marapi yang berada di dua daerah, yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam. “Total ada delapan unit sabodam dan satu unit Series River Training Works pada tahap awal ini, di mana diperkirakan akan mampu menampung 440 meter kubik sedimen,” ujarnya. (*)