LIMA PULUH KOTA, HARIANHALUAN.ID –Dua bulan pascakejadian pembunuhan yang menewaskan seorang pensiunan guru di Nagari Guguak VII Koto, Kecamatan Guguak, duka dan trauma masih membayangi keluarga korban. Hingga kini, pelaku belum juga tertangkap, membuat keluarga hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Anak korban, Adif Putra Zodia, Kamis (5/3), mengungkapkan bahwa peristiwa tragis tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Ia mengaku masih teringat jelas saat pertama kali melihat ibunya tergeletak bersimbah darah.
“Trauma kami sangat mendalam. Yang pergi adalah ibu kandung tercinta. Sudah dua bulan berlalu, tapi rasanya ibu masih ada. Kami sekeluarga masih sulit menerima kepergian beliau yang begitu tragis,” ujar Adif dengan suara bergetar.
Tak hanya trauma, rasa takut juga terus menghantui. Keluarga mengaku was-was setiap kali hendak bepergian. Bahkan, mereka merasa seolah ada yang membuntuti.
“Kami takut menjadi korban berikutnya. Apalagi pelaku pembunuhan ibu belum tertangkap. Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap kasus ini agar kami bisa merasa lebih tenang,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, keluarga korban kini telah memasang kamera pengawas (CCTV) di beberapa titik di sekitar rumah. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh anggota keluarga.
Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota, Syaiful Wachid, menegaskan bahwa pihaknya masih terus bekerja mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi pada Desember 2025 lalu tersebut.
“Satuan Reserse Kriminal masih bekerja. Penyelidikan terus berjalan, dan keterangan para saksi terus kami dalami untuk membuat terang kasus ini,” ujarnya.
Menurut Kapolres, penyidik telah meminta keterangan lebih dari 30 saksi. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan, termasuk melakukan pemeriksaan melalui laboratorium forensik guna menguatkan alat bukti.
“Kami meminta semua pihak, termasuk keluarga korban, untuk bersabar. Kami terus bekerja dan berupaya semaksimal mungkin agar kasus ini segera terungkap,” tegasnya.
Keluarga berharap, dengan terungkapnya pelaku dan motif di balik pembunuhan tersebut, keadilan dapat ditegakkan dan rasa aman di tengah masyarakat kembali pulih. (h/fjr-ddg)





