Angin kencang terjadi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (3/3). Peristiwa ini mengakibatkan pohon tumbang di Kecamatan Sanankulon, Nglegok, dan Udanawu. Sebanyak 30 unit rumah rusak ringan serta satu unit fasilitas pendidikan dan kandang hewan terdampak. BPBD Kabupaten Blitar mengerahkan sejumlah peralatan untuk pembersihan material pohon tumbang.
Sementara itu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, juga dilanda angin kencang pada Selasa (3/3) yang berdampak pada tiga kecamatan dan menyebabkan 91 unit rumah mengalami kerusakan ringan akibat pohon tumbang. BPBD Kabupaten Tulungagung membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga menggunakan gergaji mesin.
Update Penanganan Banjir Lahar di Kabupaten Magelang
Kejadian banjir lahar hujan yang melanda Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3) lalu masih dalam proses penanganan. Dari empat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, dua orang telah ditemukan, sementara tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban lainnya.
Operasi pencarian pada Kamis (5/3) dilakukan dengan dukungan alat berat dan penambahan personel di lapangan. BPBD Kabupaten Magelang bersama tim gabungan juga memasang rambu sementara untuk pengalihan arus lalu lintas, penutupan jalan, serta membersihkan material lumpur. Selain itu, tim juga membuat jembatan darurat dari bambu untuk memudahkan mobilisasi masyarakat di lokasi terdampak.
Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 5 hingga 7 Maret 2026, sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa, masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah.
Masyarakat diharapkan memantau informasi resmi prakiraan cuaca secara berkala serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat disertai angin kencang berlangsung lebih dari satu jam atau membatasi jarak pandang. Selain itu, masyarakat bersama pemerintah daerah juga dapat melakukan langkah mitigasi sederhana seperti membersihkan saluran drainase, memeriksa kondisi tanggul, serta memangkas dahan pohon yang rimbun guna mengurangi risiko pohon tumbang.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diimbau untuk terus memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi personel, peralatan, maupun rencana kedaruratan, sehingga respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. (*)





