PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Melalui Operasi Ketupat 2026, ribuan personel gabungan diterjunkan sekaligus untuk menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah jalur utama yang rawan kepadatan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi lintas instansi, total personel yang dilibatkan dalam pengamanan mudik tahun ini mencapai 4.427 orang.
“Personel tersebut merupakan gabungan dari Polri sebanyak 2.204 personel, TNI 299 personel, serta 1.924 personel dari instansi terkait dan organisasi masyarakat,” ujar Reza kepada Haluan, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, kehadiran personel di lapangan tidak hanya fokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pengaturan arus lalu lintas agar perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Salah satu perhatian utama dalam pengaturan arus kendaraan oleh Ditlantas Polda Sumbar adalah kawasan Lembah Anai yang hingga kini kapasitas jalannya belum pulih sepenuhnya pascabencana.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur vital penghubung Padang–Bukittinggi tersebut, pihaknya akan menerapkan sistem satu arah (one way) secara bergantian. “Dari arah Padang menuju Bukittinggi akan diarahkan melalui jalur utama Lembah Anai hingga Silaing pada pukul 10.00 sampai 14.00 WIB,” ucap Reza.
Sementara itu, kendaraan dari arah Bukittinggi menuju Padang akan diberlakukan sistem satu arah pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Skema ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan pada jalur yang kapasitasnya masih terbatas.
Selain itu, Polda Sumbar juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di berbagai kabupaten/kota yang diprediksi mengalami lonjakan jumlah kendaraan selama musim mudik. Di Kabupaten Padang Pariaman, ujarnya, titik rawan berada di kawasan Pasar Usang, Pasar Lubuk Alung, Pasar Sicincin–Simpang Manunggal, hingga kawasan Ibu Mi Cafe dan Resto.
Kemudian, di Kota Padang Panjang, potensi kepadatan diperkirakan terjadi di Simpang Mifan, kawasan kuliner Sate Mak Syukur, serta Simpang MTsN Gantiang. Untuk Kabupaten Tanah Datar, titik rawan berada di sekitar Rumah Makan Sukur, kawasan Lembah Anai, Rumah Makan Aie Badarun, serta Pasar Koto Baru.
Sementara di Kabupaten Agam, kepadatan diprediksi terjadi di Simpang Padang Luar, Simpang Jambu Aia, Simpang Biaro, Simpang Tanjung Alam, Simpang Canduang, hingga Simpang Baso.





