KAB. LIMAPULUH KOTA

Dana Rp170 Miliar Masih Jadi PR Pembangunan RSUD Lima Puluh Kota

1
×

Dana Rp170 Miliar Masih Jadi PR Pembangunan RSUD Lima Puluh Kota

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinkes, dr. Budi Andri.

SARILAMAK, HARIANHALUAN.ID — Rencana Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota membangun rumah sakit daerah baru di kawasan ibu kota kabupaten, Kecamatan Harau, menghadapi tantangan serius dari sisi pembiayaan. Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, yakni mencapai Rp170 miliar.

Meski lahan untuk pembangunan telah tersedia di kawasan Sarilamak, Kecamatan Harau, keterbatasan fiskal daerah menjadi persoalan utama yang harus dicarikan solusi. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, rencana pembangunan rumah sakit tersebut dikhawatirkan berjalan lambat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, dr. Budi Andri, mengatakan pembangunan rumah sakit tipe C itu saat ini masih dalam tahap perencanaan. Tahun ini, fokus pemerintah daerah adalah menuntaskan dokumen perencanaan sebagai dasar pengajuan anggaran.

“Tahun ini masih dalam tahap perencanaan. Setelah perencanaan selesai, kita siapkan proposal untuk mencari dana pembangunan, bisa melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau melalui APBD Limapuluh Kota,” ujarnya.

Baca Juga  Kuasai 85 Persen Produksi Nasional, Petani Gambir Sumbar Masih Belum Sejahtera

Menurutnya, besarnya kebutuhan anggaran menjadi pertimbangan penting dalam menentukan sumber pembiayaan. Dengan nilai mencapai Rp170 miliar, pembangunan rumah sakit tersebut tidak memungkinkan hanya mengandalkan satu sumber dana.

Rumah sakit yang dirancang tersebut akan berstatus tipe C dengan kapasitas 169 tempat tidur. Fasilitas yang disiapkan meliputi layanan rawat jalan, rawat inap, laboratorium, gudang farmasi, serta gedung administrasi dan fasilitas penunjang lainnya.

Namun demikian, selain persoalan anggaran, tahapan administrasi juga menjadi tantangan tersendiri. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Detail Engineering Design (DED), serta berbagai perizinan lain harus diselesaikan sebelum pembangunan fisik dimulai.

Baca Juga  Tiga Nama Diperhitungkan Tempati Kepala Dinas Pendidikan Lima Puluh Kota

“Nanti Amdal, DED serta izin lainnya disiapkan sehingga rumah sakit baru benar-benar bisa beroperasi dengan baik layaknya sebuah rumah sakit. Ini yang sedang diupayakan ke depan,” kata dr. Budi.

Kebutuhan rumah sakit baru di ibu kota kabupaten dinilai mendesak seiring meningkatnya jumlah penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Sarilamak dan sekitarnya. Selama ini, sebagian masyarakat masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan.

Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih representatif dan mudah dijangkau. Kehadiran rumah sakit baru diharapkan dapat memperkuat sistem rujukan serta mengurangi beban pelayanan di fasilitas kesehatan yang sudah ada.