OPINI

Ramadan Bulan Membaca

3
×

Ramadan Bulan Membaca

Sebarkan artikel ini
Dr. Drs. M. Sayuti Dt. Rajo Pangulu, M.Pd.

Artinya, orang Minangkabau kalau indak pandai mengaji dan sembahyang, tidak memenuhi syarat untuk menjadi orang cadiak pandai di Minangkabau. Orang cadiak pandai itu harus pandai mengaji jo sembahyang. Lalu ada ‘anak sasiahan’ alias murid yang memberitahu kepada Engku Kadirun, bahwa ada anak nagari kito inyo indak sekolah tapi pandai mangaji urang kampuang mengejeknya paja ele atau paja andia (bhs Minang) atau anak bodoh atau pandir (bhs Indonesia) dia pandai mangaji meniru teman-temannya dengan membaca bismillahirrahmanirrahim yasin sadakallahul’azim. 

Hurufnya bila dieja dalam bahasa latin mulai dari  ba sin mim alif lam lam ha alif lam ra ha mim alif nun alif lam ra ha ya mim, menjadi bismillahirrahmanirrahim, jumlahnya sebanyak 19 huruf.  Lalu dibacanya Yaasiin hurufnya ya dan sin  2 huruf diakhiri dengan sadaqallahul azim. Jadi, anak tadi dapat pahala kebaikan sebanyak 19 + 2 = 21 nilai kebaikan. Kalau itu saja dibaca bagaimanakah Engku? “Tanya murid”. Engku Kadirun menjawab dengan senyum, “kalau awak urang Minang Islam janganlah seperti orang itu, nanti kita diejek orang seperti dia, bacalah Quran itu dengan baik, karena adab membaca Quran itu adalah: pertama berwuduk; kedua mengambilnya dengan tangan kanan dan sebaiknya dengan kedua belah tangan; ketiga pakaian dan tempatnya harus bersih; keempat menghadap kiblat dengan khusyu’ dan tenang; kelima menggosok gigi dan membersihkan mulut; keenam membaca taa’wuz terus bismillah; ketujuh membacanya harus tartil yaitu pelan-pelan dan tenang.

Baca Juga  Politik Jangan Gimik

Bahkan hadist Muhammad Rasulullah Saw menganjurkan membaca Quran dengan suara yang merdu dan bagus”. Lalu, semua anak sasiahan mengangguk-angguk semuanya, sebagai tanda setuju dan akan mengamalkannya sesuai ajaran gurunya. (*)