HEADLINEInternasional

Pakai Genosida di Gaza, Israel Bunuh 12.000 Perempuan Palestina

2
×

Pakai Genosida di Gaza, Israel Bunuh 12.000 Perempuan Palestina

Sebarkan artikel ini

Laporan tersebut muncul seiring berbagai kajian yang menyebut Israel sengaja menargetkan perempuan dan anak perempuan Palestina sebagai sasaran serangan.

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Reem Alsalem pada 2025 melaporkan adanya “genosida perempuan” dilakukan Israel di Gaza. Laporan itu memuat bukti penargetan terhadap perempuan dan anak perempuan Palestina untuk mengganggu kesinambungan reproduksi.

Euro-Med Monitor menyebut sejak awal dimulai genosida, pasukan Israel membunuh rata-rata 21,3 perempuan setiap hari melalui pemboman langsung di Jalur Gaza. Angka itu setara dengan sekitar satu perempuan Palestina setiap jam.

Baca Juga  Polres Pessel Tangkap Mahasiswa di Sutera, 48 Paket Sabu Diamankan

Jumlah tersebut belum termasuk korban yang meninggal akibat pengepungan, kelaparan, atau kurangnya layanan medis.

“Tingkat pembunuhan perempuan di Jalur Gaza yang mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya mencerminkan pola pembunuhan massal sistematis Israel yang sengaja menargetkan perempuan Palestina, terutama para ibu,” kata lembaga pemantau HAM tersebut.

Euro-Med Monitor mencatat ribuan perempuan terbunuh, banyak di antaranya berada dalam usia reproduksi. Ribuan ibu juga dilaporkan tewas bersama anak-anak mereka di rumah, kamp pengungsian, tempat penampungan sementara, atau saat berupaya menyelamatkan diri dari pemboman.

Baca Juga  Sungai Mengering, Ikan Terancam: AJPLH Gugat PLTMH Pelangai Gadang ke PN Painan

Lembaga tersebut menilai pola penargetan harian menunjukkan pembunuhan perempuan Palestina oleh Israel di Jalur Gaza digunakan sebagai “alat untuk menghancurkan seluruh kelompok demografis, yang termasuk dalam kejahatan genosida menurut hukum internasional.”

Organisasi hak asasi manusia Al-Haq juga menyoroti kondisi tersebut dalam peringatan Hari Perempuan Internasional.

“Palestina adalah isu feminis,” tulis Al-Haq.

Organisasi itu menambahkan “kehidupan perempuan Palestina dibentuk oleh realitas yang saling terkait antara pendudukan ilegal Israel, rezim apartheid kolonial pemukim, dan kekerasan genosida yang terus berlanjut.” (*)