Berikut adalah rekomendasi lengkap IDAI yang mencakup panduan diagnosis, tata laksana, isolasi, pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat:
1. Kejar imunisasi,
melengkapi imunisasi rutin yang tertinggal terutama campak rubela bagi setiap anak berusia 9 bulan sampai < 15 tahun. Selain itu, para nakes juga perlu dipastikan telah mendapatkan imunisasi MR/MMR lengkap.
2. Penguatan kapasitas dan ketersediaan faslitias laboratorium diagnostic campak dan rubella untuk mendukung kegiatan surveilans dan penegakan diagnosis.
Diagnosis campak umumnya dapat ditegakkan berdasarkan klinis yaitu diawali dengan masa prodromal setelah masa inkubasi 10-12 hari, ditandai oleh demam, konjungtivitis, pilek, dan batuk pada individu yang rentan. Bercak Koplik, suatu enantem khas campak, muncul pada mukosa bukal 1 sampai 2 hari sebelum timbulnya ruam, berlangsung selama 12 hingga 72 jam. Ruam campak berupa eksantem makulopapular eritematosa muncul 2–4 hari setelah onset demam. Ruam dimulai dari daerah kepala kemudian menyebar secara sefalokaudal ke tubuh dalam 3–4 hari, kemudian menjadi berkonfluens dan menggelap untuk pudar sekitar 3-4 hari kemudian.demam disertai ruam makulopapular generalisata, batuk, pilek dan konjungtivitis. Konfirmasi diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium yaitu
a. Deteksi IgM campak
b. Pemeriksaan PCR RNA virus campak
c. Memeriksaa genotipe virus campak pada keadaan khusus
3. Penguatan tata laksana kasus campak





