HEADLINEKESEHATAN

Waspada KLB Campak: IDAI Serukan Kejar Imunisasi dan Tindakan Pencegahan Komprehensif

1
×

Waspada KLB Campak: IDAI Serukan Kejar Imunisasi dan Tindakan Pencegahan Komprehensif

Sebarkan artikel ini
DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K)

Pantau tanda-tanda infeksi sekunder seperti selulitis atau infeksi jaringan lunak lain.

c. Indikasi perawatan di rumah sakit bila ada komplikasi misalnya pneumonia, dehidrasi, malnutrisi, kejang pertama atau kejang demam kompleks atau ensefalitis, bayi usia <6 bulan, atau penderita imunokompromais.

4. Lakukan upaya pengendalian infeksi dan isolasi pasien campak di RS

a. Isolasi pasien

Pasien yang dicurigai menderita campak harus segera diisolasi hingga 4 hari setelah munculnya ruam. Pada pasien imunokompromais berat, periode penularan dapat berlangsung lebih lama dibandingkan pasien imunokompeten, yang umumnya menularkan virus sejak 4 hari sebelum hingga 4 hari setelah timbulnya ruam.

Baca Juga  Braditi Moulevey: IKM Harus Terus Menyatukan Perantau Minang

b. Penerapan kewaspadaan infeksi

Terapkan kewaspadaan standar dan airborne. Gunakan kamar perawatan tunggal (single patient room) dengan pintu tertutup dan jendela terbuka untuk meningkatkan sirkulasi udara jika ruang isolasi infeksi airborne tidak tersedia.

c. Kohorting pasien

Pasien dengan campak yang telah terkonfirmasi dapat dirawat bersama (kohorting), terpisah dari pasien lain, terutama pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

d. Pembatasan individu rentan

Individu yang rentan tidak boleh memasuki ruangan pasien yang dicurigai atau telah terkonfirmasi menderita campak. Individu rentan yang terpapar harus dilarang bekerja selama masa inkubasi campak setelah pajanan.

Baca Juga  Ngabuburit, Bupati Dharmasraya Kunjungi Kegiatan Bedah Rumah Tidak Layak Huni

5. Peningkatan surveilans PD3I terutama campak dan rubella.

Para dokter anak perlu melaporkan kasus campak ke dinas kesehatan setempat (measles-case based surveillance)

6. Komunikasi dan edukasi masyarakat, para stakeholder tentang bahaya penyakit campak dan komplikasi yang dapat fatal.  Hal ini dapat dilakukan oleh setiap anggota IDAI, terutama Immunization champion yang telah dilatih sebelumnya atau pun anggota IDAI yang giat di media sosial. (*)