NASIONAL

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 11 Maret 2026

2
×

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air Tanggal 11 Maret 2026

Sebarkan artikel ini
Tim dari BPBD Kabupaten Nunukan berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di Desa Binusa, Kecamatan Nunukan pada Rabu (9/3). Dokumentasi: BPBD Kabupaten Nunukan

Kejadian ini berlangsung dalam masa Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Cuaca Ekstrem, Abrasi, dan Tanah Longsor di Provinsi Jawa Barat sebagaimana ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 360/Kep.626-BPBD/2025 yang berlaku sejak 15 September 2025 hingga 30 April 2026.

Perkembangan terkini, rumah dengan kategori rusak ringan masih dapat dihuni oleh pemiliknya dan material kerusakan telah dibersihkan. Sementara itu, rumah dengan kategori rusak berat masih memerlukan penanganan lebih lanjut karena belum diperbaiki. Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik tanggap darurat serta terpal untuk membantu warga terdampak.

Bergeser ke Provinsi Kalimantan Selatan banjir melanda wilayah Kabupaten Banjar Senin, (9/3), sekitar pukul 09.00 Wita, hujan dengan intensitas tinggi melanda menggenangi pemukiman warga di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam. Peristiwa ini berdampak pada 29 kepala keluarga atau 61 jiwa.

Kerugian materil tercatat meliputi 32 unit rumah terdampak dan 2 unit fasilitas daerah (fasdah) mengalami kerusakan. BPBD Kabupaten Banjar segera melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta melakukan asesmen lokasi terdampak untuk menilai kondisi warga dan infrastruktur.

Baca Juga  Ratusan Warga Bayang Utara Terancam, Pemkab Pessel Siapkan Relokasi Besar-Besaran

Upaya penanganan melibatkan unsur BPBD Kabupaten Banjar, TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat. Koordinasi lintas unsur ini memastikan bantuan cepat dan mitigasi risiko susulan dapat dilakukan secara efektif. Penanganan banjir masih berlangsung oleh personil BPBD Kabupaten Banjar, dengan prioritas evakuasi, pemulihan fasilitas, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Sementara itu kebakaran melanda di Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh Senin, (9/3), pukul 09.45 WIB, kebakaran lahan terjadi. Kebakaran ini menghanguskan sekitar 2 hektar lahan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib, namun upaya penanganan segera dilakukan untuk mencegah perluasan area terdampak.

Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI, Polri, serta Tim PT. PAAL. TRC BPBD melakukan penyekatan di Gampong Suak Pante Breuh, sementara tim PT. PAAL memfokuskan pemadaman di Gampong Alue Raya. BPBD Aceh Barat bersama tim damkar Mako BPBD mengambil langkah awal dengan memutus arah penjalaran api. Partisipasi masyarakat setempat juga turut membantu mempercepat proses pemadaman.

Baca Juga  Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 20 Mei 2025

Kondisi mutakhir api telah berhasil dipadamkan, dan proses pendinginan serta pengawasan area terdampak masih dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak kembali muncul. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan upaya mitigasi terus dilakukan agar risiko kebakaran susulan dapat diminimalkan.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau perkembangan informasi cuaca dari instansi berwenang, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila ditemukan titik api maupun potensi bahaya di lingkungan sekitar.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah melalui BPBD setempat untuk memperkuat kesiapsiagaan, melakukan mitigasi dini, serta memastikan penanganan darurat dan bantuan bagi masyarakat terdampak dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan. (*)