JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Maskapai nasional Garuda Indonesia tidak lagi menyandang status maskapai Bintang 5 versi lembaga pemeringkat penerbangan dunia, Skytrax. Dalam penilaian terbaru, Garuda Indonesia kini turun menjadi maskapai Bintang 4, menandai penurunan standar yang sebelumnya menjadi kebanggaan industri penerbangan Indonesia.
Skytrax, perusahaan konsultan dan riset penerbangan global yang berbasis di Inggris, menyebut penurunan status ini terjadi setelah evaluasi terhadap kualitas produk dan layanan Garuda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam laman resminya, Skytrax menjelaskan bahwa penilaian maskapai dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari kenyamanan kursi penumpang, fasilitas kabin, makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat (IFE), kebersihan kabin, hingga kualitas layanan awak kabin dan staf darat.
Menurut Skytrax, salah satu faktor utama yang membuat Garuda Indonesia kehilangan status Bintang 5 adalah kondisi produk dan fasilitas yang mulai menua, terutama pada layanan di pesawat serta fasilitas darat di bandara utama.
“Sebagai mantan Maskapai Bintang 5, Garuda Indonesia saat ini sedang menjalani masa restrukturisasi. Banyak produk di dalam pesawat dan fasilitas darat di Jakarta serta Denpasar yang sudah sangat usang dan perlu ditingkatkan atau dimodernisasi,” tulis Skytrax.
Meski demikian, Skytrax tetap menilai kualitas pelayanan staf Garuda Indonesia masih berada pada standar yang baik. Namun, penurunan kualitas produk dinilai terlalu signifikan untuk mempertahankan peringkat tertinggi tersebut.
“Meskipun standar layanan staf tetap baik, standar produk telah menurun terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir untuk mempertahankan peringkatnya,” lanjut Skytrax.
Dalam laporan tersebut, sejumlah aspek yang mendapatkan nilai di bawah standar Bintang 4 antara lain kenyamanan kursi dan ruang pribadi penumpang, kebersihan kamar mandi pesawat, sistem hiburan dalam penerbangan, fleksibilitas layanan makanan, hingga kemampuan bahasa awak kabin.
Peringkat Garuda Indonesia 2026 Versi Skytrax
Penerbangan jarak jauh
Kelas bisnis: ⭐ 3,5
Kelas ekonomi: ⭐ 3,5
Penerbangan jarak pendek
Kelas bisnis: ⭐ 4
Kelas ekonomi: ⭐ 4
Maskapai Bintang 5 di Asia
Sementara itu, sejumlah maskapai Asia masih mempertahankan status Bintang 5 Skytrax, di antaranya:
Singapore Airlines
Starlux Airlines
Korean Air
EVA Air
Hainan Airlines
Japan Airlines
Cathay Pacific Airways
Asiana Airlines
ANA All Nippon Airways
Penurunan status Garuda Indonesia ini menjadi perhatian besar bagi industri penerbangan nasional, mengingat maskapai pelat merah tersebut pernah menjadi salah satu maskapai dengan predikat layanan terbaik di dunia. (*)





