PADANG

Hingga Februari 2026, Kebakaran Terjadi 53 Kali di Kota Padang

0
×

Hingga Februari 2026, Kebakaran Terjadi 53 Kali di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Kebakaran di Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, pada Februari lalu. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat sebanyak 53 kali peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga Februari. Berdasarkan data yang dihimpun, penyebab kebakaran didominasi oleh korsleting listrik.

Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Sarpras Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan objek yang terbakar didominasi oleh rumah yang ditempati warga dengan jumlah 18 unit. Selain kebakaran rumah pribadi, kebakaran juga melalap lahan, trafo listrik, instalasi listrik, pohon hingga ledakan kompor gas.

Dikatakannya, sebanyak 30 kali kebakaran terjadi pada bulan Januari dan 23 kali kebakaran terjadi pada bulan Februari. Kasus kebakaran yang ditangani Damkar Padang tidak saja dalam kategori besar, akan tetapi juga masuk kejadian kebakaran lahan, kendaraan, pohon, dan kelistrikan.

“Dari data yang kami miliki, kebakaran paling banyak disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek,” ujar Rinaldi, Selasa (10/3) kemarin.

Kasus kebakaran terbesar pada tahun ini, katanya, terjadi di Kecamatan Nanggalo Kelurahan Surau Gadang yang melumat rumah, sejumlah kontrakan, dan gedung sekolah. Peristiwa yang terjadi pada 6 Februari 2026 tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp1,5 miliar.

Baca Juga  HUT ke 49 Perumda AM terus Berupaya Memberikan Pelayanan Terbaik

Di Kota Padang, katanya, kebakaran paling banyak terjadi di Lubuk Begalung. Kecamatan lain yang juga sering mengalami kebakaran adalah Kecamatan Kuranji dan Koto Tangah. “Selain itu, perlu diingat bahwa kebakaran lahan juga menjadi masalah di Kota Padang, dengan Kecamatan Koto Tangah sebagai salah satu area yang paling rentan,” ujarnya.

Mengingat jumlah peristiwa kebakaran yang sudah terjadi hingga Februari tersebut, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap potensi terjadinya kebakaran, karena akan memakan kerugian hingga miliaran.

“Kita imbau kepada masyarakat agar waspada dan memperhatikan potensi yang akan menyebabkan kebakaran hingga ke detail paling kecil. Mulai dari saat meninggalkan rumah, periksa kompor gas, mencabut aliran listrik yang tidak perlu. Kita harus aware terhadap hal-hal kecil seperti itu. Selain waspada, itu juga bentuk dari gaya hidup hemat listrik,” ucapnya.

Baca Juga  Tak Henti Berinovasi, Bata Rilis Produk Baru Setiap Bulan

Selanjutnya, ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di kawasan lahan kering. Karena, dalam kondisi cuaca yang panas, hal itu akan berpotensi api menjalar ke area lahan kering tersebut.

“Cuaca panas seperti yang sudah kita rasakan beberapa hari ini juga bisa jadi pemicu terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, kepada masyarakat, kita ingatkan kembali agar tidak melakukan pembakaran sembarangan,” kata Rinaldi.

Selain kebakaran, Damkar Kota Padang sepanjang 2026 juga sudah menangani sebanyak  539 aksi penyelamatan dan evakuasi. Mulai dari menangkap ular/sarang tawon/biawak, hingga pencarian orang hilang. Rinaldi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan sigap apabila terjadi kebakaran atau hal darurat lainnya dengan cara menghubungi nomor layanan yang sudah disediakan Pemko Padang. “Ketika terjadi kebakaran, masyarakat dapat menghubungi nomor telepon Padang Command Center (PPC) 112 atau 08116606113,” ujarnya. (*)