PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Kepedulian masyarakat Kota Pariaman terhadap krisis kemanusiaan di Palestina terus mengalir melalui berbagai bentuk donasi. Hingga tahun 2025, Badan Amil Zakat Nasional Kota Pariaman mencatat dana bantuan untuk warga Palestina yang berhasil dihimpun mencapai Rp70 juta.
Dana tersebut berasal dari partisipasi masyarakat yang secara sukarela menyalurkan bantuan melalui fasilitas pengumpulan donasi yang disediakan oleh Baznas. Donasi tersebut dikumpulkan melalui jalur khusus yang diperuntukkan bagi bantuan kemanusiaan internasional.
Pihak Baznas menjelaskan bahwa mekanisme penghimpunan dana dilakukan melalui skema Infak Muqayyad atau infak terikat. Sistem ini memungkinkan masyarakat menyalurkan donasi dengan tujuan tertentu, dalam hal ini untuk membantu masyarakat Palestina.
Sekretaris Baznas Kota Pariaman Husnal mengatakan dana tersebut dihimpun dari berbagai sumber yang dikelola oleh Baznas dan jaringan Unit Pengumpul Zakat di daerah.
Ia menjelaskan bahwa pengumpulan donasi dilakukan melalui sejumlah media, mulai dari kotak infak di masjid yang dikelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga melalui layanan digital Baznas yang memudahkan masyarakat dalam menyalurkan bantuan.
“Seluruh dana yang berhasil dihimpun kemudian kami serahkan ke Baznas RI untuk disalurkan melalui program kemanusiaan ‘Membasuh Luka Palestina’,” ujarnya.
Baznas juga memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kekhawatiran mengenai penggunaan dana zakat. Lembaga tersebut memastikan bahwa bantuan untuk Palestina tidak mempengaruhi atau mengambil dana zakat yang diperuntukkan bagi program lain.
Pihak Baznas menerangkan bahwa zakat profesi yang dihimpun dari aparatur sipil negara serta zakat mal dan infak umum tetap digunakan untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal.
Program tersebut meliputi lima sektor utama, yakni bidang pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi, kegiatan kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Baznas menegaskan bahwa donasi untuk Palestina sepenuhnya berasal dari infak masyarakat yang secara khusus diniatkan untuk membantu saudara-saudara di luar negeri. Dengan adanya pemisahan sumber dana ini, program bantuan bagi masyarakat Kota Pariaman tetap berjalan sebagaimana mestinya.





