Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kondisi alur sungai yang berubah akibat banjir bandang berpotensi menyebabkan kerusakan yang lebih besar, terutama saat musim hujan.
“Kita tentu berharap pemerintah provinsi dapat segera merealisasikan penanganan di Batang Surantih ini. Kondisi di lapangan sudah cukup mengkhawatirkan, terutama karena mengancam badan jalan dan permukiman warga,” kata Novermal kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Ia juga menegaskan akan terus mengawal dan mengkomunikasikan persoalan tersebut kepada pemerintah provinsi agar penanganan bisa segera dilakukan.
“Sebagai wakil masyarakat, saya akan terus mengawal agar penanganan kerusakan Batang Surantih ini bisa segera direalisasikan. Ini menyangkut keselamatan warga dan kelancaran aktivitas masyarakat,” ucapnya.
Novermal berharap upaya normalisasi dan perkuatan tebing sungai dapat segera dilaksanakan sehingga risiko bencana lanjutan dapat diminimalkan.
“Semoga dengan langkah penanganan yang direncanakan ini, kondisi sungai bisa kembali stabil dan masyarakat dapat merasa lebih aman,” pungkasnya. (*)





