Dalam kesehariannya, Luthfi menerapkan pola belajar yang disiplin. Ia rutin mengerjakan soal-soal olimpiade dari berbagai buku kumpulan soal OSN tingkat kota hingga nasional.
“Saya tidak hanya menghafal rumus, tapi mencoba memahami konsepnya,” ujarnya.
Menjelang lomba, intensitas latihan biasanya ditingkatkan. Luthfi juga sering berdiskusi dengan ibunya maupun guru pembimbing. Selain buku, ia memanfaatkan video pembelajaran di YouTube dan berbagai situs strategi olimpiade sebagai sumber belajar tambahan.
Meski sering meraih prestasi, Luthfi juga mengakui tidak jarang menghadapi soal-soal yang terasa sangat sulit.
“Kadang saya ragu bisa menyelesaikannya. Tapi saya mencoba tetap tenang dan mempelajari kembali soal tersebut setelah lomba,” katanya.
Menurutnya, kunci keberhasilan bukan hanya kemampuan, tetapi konsistensi dan kemauan untuk terus belajar. Ia juga sangat merasakan dukungan dari guru pembina dan teman-temannya melalui kegiatan ekstrakurikuler olimpiade matematika yang rutin diadakan setiap Jumat.
Setelah lulus dari SMP, Luthfi berharap dapat melanjutkan pendidikan ke SMA yang mendukung pengembangan olimpiade, seperti SMAN 1 atau SMAN 10 Padang. Ia bercita-cita terus mengikuti Olimpiade Sains Nasional dan berbagai kompetisi matematika tingkat nasional.
“Matematika bukan hanya tentang angka, tetapi melatih cara berpikir logis dan sistematis dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Kepada adik-adik kelasnya, Luthfi berpesan agar tidak takut mencoba dan tidak mudah menyerah. Menurutnya, prestasi dapat diraih melalui latihan rutin, kesabaran, serta kedisiplinan dalam belajar.
Sementara itu Kepala SMP Negeri 12 Padang, Roza Z, menyampaikan rasa bangga sekaligus menegaskan bahwa sekolah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi siswa yang memiliki potensi di berbagai bidang.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berlatih, dan berani mengikuti berbagai kompetisi.





